Ini yang Pertama Nyanyikan Indonesia Raya di Papua | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Ini yang Pertama Nyanyikan Indonesia Raya di Papua

CELEBESonline.com – Frans Kaisiepo adalah salah satu pahlawan nasional yang pada tanggal 19 Desember 2016 lalu, diabadikan dalam uang kertas rupiah baru. Wajah Gubernur Papua ke-4 ini hadir di pecahan Rp. 10.000.

Semasa hidup, Frans Kaisiepo menjabat sebagai Gubernur Papua tahun 1964 hingga 1973.

Disadur dari beragam sumber, diketahui pahlawan nasional ini lahir di Wardo, Biak, 10 Oktober 1921 dan meninggal di Jayapura, 10 April 1979. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Jayapura.

Secara resmi, pada 16 Juli 1946, Frans Kaisiepo yang mewakili Nieuw Guinea dalam konferensi di Malino-Ujung Pandang, mengganti nama Papua dan Nieuw Guinea dengan nama Irian.

Sebelumnya, ada beberapa nama untuk menyebut Papua, yakni Os Papuas, Isla de Oro atau Island of Gold yang artinya Pulau Emas, Nueva Guinee, Nieuw Guinea.

Frans Kaisepo kemudian mengambil nama dari sebuah mitos Manseren Koreri, sebuah legenda yang termahsyur dan dikenal luas oleh masyarakat luas Biak, yaitu Irian. Dalam bahasa Biak Numfor “Iri” artinya tanah, “an” artinya panas. Dengan demikian nama Irian artinya tanah panas.

Dalam bahasa Serui, “Iri” artinya tanah, “an” artinya bangsa, jadi Irian artinya tanah bangsa, sementara dalam bahasa Merauke, “Iri” artinya ditempatkan atau diangkat tinggi, “an” artinya bangsa, jadi Irian adalah bangsa yang diangkat tinggi.

Nama Irian adalah satu nama yang mengandung arti politik. Frans Kaisepo pernah mengatakan “Perubahan nama Papua menjadi Irian mempunyai arti historis dan juga mengandung semangat perjuangan. Irian artinya Ikut Republik Indonesia Anti Netherland.”

Untuk mengenang jasanya, namanya diabadikan sebagai nama Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak. Selain itu namanya juga di abadikan di salah satu KRI yaitu KRI Frans Kaisiepo.

Sejarah juga mencatat pada tanggal 14 Agustus 1945 di Kampung Harapan Jayapura, lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya bergema di Papua. Salah satu orang yang menyanyikan lagu tersebut adalah Frans Kaisiepo.

Frans merupakan orang yang paling keras agar Irian Barat melepaskan diri dari Belanda dan bersatu dengan Republik Indonesia.

Pada 1993, Frans Kaisiepo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden No. 077/TK/1993 dan mendapatkan Bintang Mahaputra Adipradana.

About The Author

Related posts

CELEBES ONLINE