Perdik Sulsel: Taksi Online Memudahkan Penyandang Difabel | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Perdik Sulsel: Taksi Online Memudahkan Penyandang Difabel

CELEBESonline.com, Makassar – Dinas Perhubungan Sulsel telah memutuskan melarang transportasi berbasis online untuk beroperasi mulai kemarin, Kamis (6/4/2017). Keputusan itu berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pihak kepolisian dan juga asosiasi angkutan.

Kebijakan itu ternyata sangat disayangkan sejumlah elemen masyarakat, terkhusus difabel.

“Semenjak adanya transportasi berbasis online, difabel di Kota Makassar sangat dimudahkan dalam beraktifitas. Sejak mereka beroperasi, kami tidak kesulitan lagi kalau mau kemana-mana, cukup melakukan pemesanan, maka mereka akan datang ke rumah kami, dan mengantar sampai ke tujuan,” kata Direktur Perdik, Abdul Rahman.

“Hal ini yang sebelumnya tidak kami temukan pada transportasi konvensional. Transportasi online juga lebih aman dan nyaman bagi kami. Jadi apanya yang meresahkan rakyat?” tanya Gus Dur, sapaan Abdul Rahman.

Ia juga mengemukakan beberapa perlakuan diskriminasi yang sebelumnya mereka sering peroleh ketika ingin bepergian menggunakan transportasi konvensional. Gus Dur memberikan contoh saat sopir pete-pete tidak mau mengangkut karena mereka difabel atau mereka dianggap sebagai sumber penghalang rejeki sopir pete-pete.

“Biasanya, kalau pagi-pagi kami mau bepergian dan kami menunjukkan identitas kami sebagai difabel, sopir transportasi konvensional enggan mengambil kami. Mereka berpendapat, jika ada orang buta yang naik ke kendaraan mereka, maka rejeki mereka hari itu akan gelap. Begitupun kalau ada orang pincang yang naik, maka pendapatan mereka tidak akan lancar,” ucap Gus Dur.

“Semenjak beroperasinya transportasi online, kami tidak perlu lagi ke jalan raya menunggu kendaraan jika kami ingin bepergian. Kami tak takut lagi mendapatkan perlakuan diskriminatif, karena pada transportasi online, si penyedia jasa memberikan ruang kepada kami apabila ingin melaporkan jika menemukan hal yang kurang berkenan. Lagi-lagi hal itu tak kami temukan pada transportasi konvensional,” urainya.

Gus Dur menilai keputusan sepihak yang dilakukan Dishub Sulsel semakin memperjelas jika pemerintah sama sekali tidak pro rakyat. Sejauh ini, sejak transportasi online hadir, penyandang disabilitas sangat merasa nyaman dan aman ketika akan bepergian.(*)

About The Author

Related posts

CELEBES ONLINE