DP2 Perketat Masuknya Hewan Ternak ke Makassar | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

DP2 Perketat Masuknya Hewan Ternak ke Makassar

Hewan ternak yang masuk ke Kota Makassar di periksa dengan seksama -

 

CELEBESonline.com, Makassar – Tim gabungan yang terdiri dari unsur Tenaga Teknis Kesehatan Hewan dan Dokter Hewan Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar bersama aparat kepolisian, anggota TNI, dan Pol PP Makassar melakukan sidak lalu lintas ternak di perbatasan kota Makassar, Rabu (26/4/2017).

Tim melakukan sidak di dua jalur yang sering dilalui kendaraan pengangkut ternak masuk Makassar. Yaitu di Mandai untuk perbatasan Makassar-Maros dan Tamangapa sebagai perbatasan Makassar-Gowa.

Dari sidak ini, 18 kendaraan yang lewat, ada empat mobil pengangkut ternak tidak diperkenankan masuk ke Makassar.

Keempat mobil yang ditolak masuk ke Makassar masing-masing satu mobil di perbatasan Makassar-Maros berasal dari Kabupaten Soppeng dan 3 mobil di perbatasan Makassar-Gowa yang berasal dari kabupaten Bone.

Ternak yang masuk Makassar selama ini umumnya berasal dari sentra produksi ternak dari Kabupaten Bone, Sengkang, Bulukumba, Maros, Pinrang, Sidrap, Parepare, Soppeng, dan Pangkep.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengecek kelengkapan dokumen.
Untuk hewan ternak hidup harus memiliki dokumen berupa Kartu ternak dan Surat kesehatan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan dinas peternakan setempat. Selain itu juga harus ada Surat Keterangan Asal Ternak sebagai pengantar yang ditandatangani dari lurah/desa setempat.

Sementara untuk daging harus memiliki surat keterangan RPH/RPU/TPU dari daerah asal yang dikeluarkan oleh dinas setempat dan ditandatangani oleh dokter hewan.

Kadis DP2 Kota Makassar, dr Abdul Rahman Bando, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan semakin memperketat masuknya hewan ternak dan daging ke wilayah kerjanya. Ini demi memberi rasa aman mengkonsumsi pangan asal hewani bagi masyarakat.

Sidak ini adalah salah satu bentuk kesiagaan dalam mengantisipasi penyebaran penyakit berbahaya dan untuk mengetahui asal muasal ternak yang akan masuk Makassar. Jika tidak memiliki keterangan jelas kepemiliikan dan asal muasal dan ternak akan diproses oleh kepolisisan yang tergabung bersama tim.

Apabila masih ditemukan kasus berulang oleh oknum yang sama maka tidak diperkenankan lagi melakukan penjualan ke kota Makassar.

“Kegiatan ini akan kembali dilakukan dalam waktu dekat ini dan akan dilakukan secara berkala dan diwaktu-waktu yang tidak ditentukan,” kata dr Abdul Rahman.

Abdul Rahman juga meminta pemahaman pelaku usaha dan masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi pangan asal hewani yang sehat. Apalagi ada beberapa penyakit yang sangat berbahaya dari hewan, salah satunya antraks.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE