counter easy hit
160×600 Banner
160×600 Banner

Mirip Lada Katokkon dari Toraja, Dragon’s Breath Diklaim Cabai Terpedas Sedunia

Cabai Dragon's Breath - (int)
New Banner Semen

CELEBESonline.com, London  – Cabai terpedas di dunia ini diberi nama “Dragon’s Breath” atau “Napas Naga”. Bentuknya seperti Lada Katokkon yang terkenal cabai terpedas dari Toraja, tapi Dragon’s Breath lebih kecil.

Cabai Dragon’s Breath ini  dikembangkan oleh Mike Smith, pemilik Tom Smith’s Plants. Lada ini memecahakn rekos bersama peneliti dari University of Nottingham, Inggris. Smith tak merekomendasikan cabai ini untuk dikonsumsi, karena bisa berakibat fatal bagi manusia.

“Saya sudah mencobanya di ujung lidah, dan lidah saya seperti terbakar. Hanya dalam hitungan 10 detik, saya langsung meludahkannya,” kata Smith.

Lantas bagaimana sebenarnya paprika panas, seperti Dragon’s Breath, melukai atau “membunuh” orang yang mencoba memakannya? Mari kita mulai dengan statistik pedas cabai.

Dilansir dari  Daily Post, Dragon’s Breath sangat pedas, menghasilkan 2.48 juta unit panas pada skala Scoville, sebuah pengukuran konsentrasi capsaicin yaitu zat kimia yang melepaskan sensasi pedas-panas yang dirasakan orang saat mereka menggigitnya.

Cabai Dragon’s Breath lebih panas dari pemegang rekor saat ini, Carolina Reaper, yang mengumpulkan rata-rata 1,6 juta unit panas skala Scoville, dan juga mengalahkan semprotan cabai militer AS yang mencapai sekitar 2 juta pada skala Scoville.

Menurut PepperScale, sebuah situs yang didedikasikan untuk paprika/cabai pedas. Sebagai perbandingan, lada habanero pedasnya ringan berada sekitar 350.000 unit panas Scoville, seperti lada Jalapeno yang menampung hingga 8.000 unit panas. Paprika memiliki gen resesif yang menghentikan produksi capsaicin, jadi mereka memiliki unit panas nol.(*)

web
analytics