Dorong Terciptanya Kemitraan Yang Sehat dan Berkelanjutan, KPPU dan Dekopin Teken MoU | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Dorong Terciptanya Kemitraan Yang Sehat dan Berkelanjutan, KPPU dan Dekopin Teken MoU

-

CELEBESonline.com, Makassar – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dengan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Makassar, Rabu (12/7/2017) kemarin.

Kerja sama ini difokuskan pada pengawasan pelaksanaan Kemitraan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Besar.

Bertindak sebagai Pihak Pertama dari KPPU adalah Syarkawi Rauf yang merupakan Ketua  KPPU, sedangkan Pihak Kedua adalah Nurdin Halid selaku Ketua Umum Dekopin.

Kerja sama ini didasarkan pada kesamaan cara pandang dari kedua belah pihak untuk melakukan upaya terbaik dalam menjamin keadilan dan pemerataan usaha dalam rangka memperkuat dan kemandirian ekonomi nasional melalui kemitraan yang sehat antara pelaku usaha besar dengan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah.

Dalam rangka melaksanakan pengawasan implementasi kemitraan sebagaimana diamanahkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah jo. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2013 tentang Kemitraan maka diperlukan optimalisasi fungsi pengawasan usaha yang dimiliki oleh KPPU.

Ketua  KPPU, Syarkawi Rauf, mengatakan bahwa untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan implementasi kemitraan tersebut, maka KPPU harus bersinergi dengan semua elemen, salah satunya dengan Dekopin yang selama ini menjadi wadah tunggal gerakan koperasi Indonesia.

“Sinergi KPPU dan Dekopin akan memberi dampak positif bagi upaya percepatan terciptanya kemitraan yang sehat,” ungkap Syarkawi.

Dalam catatan KPPU, struktur jumlah pelaku usaha Indonesia, 99 persen adalah usaha kecil dan mikro, sedangkan 1 persennya dalam kategori menengah dan besar. Dari komposisi tersebut, jumlah pelaku usaha yang telah melakukan kemitraan berjumlah kurang dari 10 persen sehingga tentunya berpotensi menimbulkan ketimpangan antara usaha kecil dan mikro dengan menengah dan besar.

Melalui jaringan kerja Dekopin yang tersebar luas di seluruh Indonesia serta kewenangan yang dimiliki KPPU, diyakini akan menjadi kolaborasi yang efektif  untuk mereduksi ketimpangan ekonomi tersebut.

“Ketika KPPU dan Dekopin dapat bersama-sama mengawal implemetasi kemitraan yang sehat, Koperasi dan UMKM tidak lagi hanya dijadikan segementasi pasar pelaku usaha besar. Tapi akan menjadi mitra usaha yang sesungguhnya bagi pelaku usaha besar untuk meningkatkan daya saingnya di pasar yang semakin terbuka lebar,” ucap Syarkawi.

“Kemitraan usaha yang dibangun harus berkelanjutan, dengan prinsip tumbuh bersama. Perwujudan perekonomian nasional yang berkeadilan akan terakselesari dengan baik melalui dukungan penuh pemerintah mewujudkan kemitraan usaha yang berkelanjutan,” tutup Syarkawi.

Selanjutnya, guna merealisasikan Nota Kesepahaman ini, secara teknis KPPU dan Dekopin sepakat untuk segera membentuk Satuan Tugas yang berada di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE