Sarasehan dengan Anggota TNI, BPJS Kesehatan Sosialisasi Program JKN | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Sarasehan dengan Anggota TNI, BPJS Kesehatan Sosialisasi Program JKN

Deputy Direksi Bidang Pelayanan Peserta, Arief Syaefuddin (dua dari kiri) bersama Kolonel CKM dr Noch Tiranduk Mallisa selaku Kabid Yankesin Puskes TNI yang juga LO TNI untuk BPJS Kesehatan (tengah) dan Staf Ahli Pangdam XIV Hasanuddin Bidang Sosial Budaya, Kolonel Ingatius Tri Joko (dua dari kanan) - Apri

CELEBESonline.com, Makassar – Dalam rangka memperluas cakupan kepesertaan sekaligus sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat program JKN, BPJS Kesehatan menggelarsarasehan bersama TNI di Hotel Clarion Makassar, Kamis (7/9/2017) pagi.

Sarasehan ini sekaligus sebagai ajang sosialisasi kepada Organisasi TNI yang terdiri dari TNl Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, baik pegawai sipil maupun militer.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasi program JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan sejak 1 Januari 2014, apa-apa saja yang menjadi kebijakan BPJS Kesehatan terbaru, pemanfaatan serta optimalisasi serta mekanisme pelayanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), khususnya bagi Anggota TNI.

“Sarasehan ini kita lakukan setiap tahun. Melalui kegiatan ini, untuk meningkatkan tali silaturahmi BPJS dengan TNI. Ini juga sebagai upaya peningkatan informasi dan penyamaan persepsi tentang kebijakan BPJS yang ada,” kata Deputy Direksi Bidang Pelayanan Peserta, Arief Syaefuddin. “Sosialisasi ini dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait kepesertaan JKN KIS.”

Arief mengatakan bahwa BPJS terus meningkat proses pemberian informasi kepada peserta dan TNI adalah kelompok peserta yang telah bergabung sejak awal dimulainya program JKN pada 1 Januria 2014.

Sampai saat ini, secara nasional, peserta JKN KIS sudah mencapai 180,7 juta peserta. Untuk melayani peserta tersebut, BPJS Kesehatan terus melakukan pembenahan dalam meningkatkan pelayanan, baik itu administrasi dan kesehatan. Termasuk dalam menciptakan inovasi untuk bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

“TNI merupaka peserta yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan, serta peserta yang harus kita edukasi dan update terkait dengan kebijakan terbaru BPJS Kesehatan. Tuiuannya satu, agar peserta dapat memperoleh manfaat sesuai dengan haknya dan melalui sisten prosedur yang benar. Banyak sekali kasus-kasus yang berkembang muncul di media massa diakibatkan karena peserta yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku, baik itu karena ketidaktahuan dan sebagainya,” jelas Arif.

Pada kesempatan itu, Arief Syaefuddin menjelaskan bahwa sistem pelayanan kesehatan di era JKN mengutamakan optimalisasi di FKTP seperti Puskesmas, klinik pratama, maupun dokter praktek perorangan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan daIam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat. Sehingga, FKTP bukan hanya berfungsi sebagai pembuat rujukan semata.

“Melalui mekanisme pelayanan kesehatan berjenjang ini, diharapkan FKTP dapat menjalankan perannya secara signifikan dan komprehensif. Jika dirasa pasien peserta BPJS Kesehatan perlu penanganan spesifik, baik dirujuk ke dokter maupun spesialis di FKRTL seperti rumah sakit,” tambahnya.

Sementara itu, Kolonel CKM dr Noch Tiranduk Mallisa selaku Kabid Yankesin Puskes TNI yang juga LO TNI untuk BPJS Kesehatan mengatakan bahwa TNI adalah peserta BPJS paling purna. Selain itu, TNI ikut mendukung program pemerintah ini karena sangat membantu masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

“Fasilitas kesehatan dan SDM TNI dimanfaatkan untuk pelayanan BPJS. Semua anggota TNI adalah peserta JKN. Kami pro aktif terhadap BPJS. Ini adalah instruksi presiden slelaui panglima tertinggi TNI,” kata dr Noch.

Per 11 Agustus lalu, jumlah anggota TNI bersama anggota keluarganya yang menjadi peserta JKN sebanyak 1.569.756 orang. Adapun fasilitas kesehatan TNI yang juga dimanfaatkan BPJS untuk melayani masyarakat umum sebanyak 105 rumah sakit.

“Semua fasilitas kesehatan milik TNI dari semua angkatan, baik itu Fasilitas Kesehatan Primer maupun Lanjutan milik TNI bisa melayani masyarakat umum. Rumah sakit milik  TNI membuka diri untuk melayanu masyarakat umum,” tambah dr Noch.

Hal senada juga disampaikan Staf Ahli Pangdam XIV Hasanuddin Bidang Sosial Budaya, Kolonel Ingatius Tri Joko. Menurut Kolonel Joko, BPJS Kesehatan telah memberikan banyak manfaat untuk masyarakat, termasuk anggota TNI dan keluarganya.

“BPJS memberikan pelayanan yang murah, mudah, dan cepat. Kita memang selalu dilayani RS Tentara, tapi di semua tempat kami bertugas, ada RS tentara. Nah, dengan adanya BPJS ini, kami bisa dilayani di rumah sakit mana pun. Kami dilayani dengan baik,” tuturnya.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE