Ratusan Pemuda Bahas Human Trafficking Di Warkop Cappo | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Ratusan Pemuda Bahas Human Trafficking Di Warkop Cappo

-

CELEBESonline.com, Makassar – Ratusan peserta mengikuti dialog Humman Trafficking yang digelar Poros Pemuda Indonesia Sulsel bekerjasama dengan KNPI Sulsel sabtu 14 Oktober 2017. Dialog yang bertemakan tentang “Meminimalisir Angka Kejahatan Human Trafficking di sulsel dengan Aspek pencegahan dan pengawasan” bertempat di warkop Cappo aAauddin, Makassar.

Dalam agenda tersebut hadir beberapa pembicara diantaranya, Andi Yulia bidang pengawasan Human Trafficking Disnakertrans Sulsel dimana dalam materi yang disampaikan bahwa human trafficking itu  bisa saja perdagangan pengemis ataukah perdagangan tenaga kerja atau perdagangan seks ketika mereka tereksploitasi maka itu masuk dalam kategori trafficking.

Bahkan yang terbaru untuk saat ini adalah anak-anak yang diperdagangkan organ-organ dalamnya misalnya ginjal dan sebagainya. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui mengapa mereka di perdagangkan yaitu untuk pelacuran, tarian erotis, perbudakan dalam rumah tangga, pengemis yang ada di jalanan yang di sewa, kegiatan–kegiatan kriminal misalnya anak anak di bawah umur sebagai kurir pengantar narkoba.

Human trafficking biasanya melibatkan eksploitasi orang apalagi untuk yang PRT itu semua passport atau visa semuanya di tahan dan akses untuk mereka keluar itu biasanya ditutup. Yang terlibat dalam human trafficking itu yang pertama kali adfalah trafecker selanjutnya indikat trafecker yang kebanyakan terlibat dalam perdagangan obat–obat terlarang dan penyelundupan senjata.

Disisi lain bu Sitti Fadiyah, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sulsel sangat mengapresisasi PPI karena menjadikan issu ini sebagai usia tahunan yang memang sangat menarik untuk dibahas. Yang membuat issu human trafficking menarik untuk di bahas karena ada kejahatan kemanusiaan di dalamnya apalagi ada perempuan, anak-anak bahkan ada kaum disabilitas, sehingga memang dalam hal ini KPAI melindungi anak-anak dari berbagai macam kejahatan, kesewenag-wenangan sebab anak-anak dalam hal ini fisiknya dan mentalnya masih lemah, belum bisa mengambil keputusan sendiri.

Ketua Solidaritas Perempuan Anging Mammiri, Nurasia mengatakam bahwa berbicara human trafficking kita berbicara tentang kejahatan yang luar biasa. Solidaritas perempuan memperjuangkan tentang sumber-sumber alam di mana perempuan berdaulat, perlindungan perempuan migran yang sangat rentan terhadap aksi kekerasan.

Sementara itu, dari Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Sudirman Said menjelaskan bahwa program Dinas Sosial Sulsel mengembangkan kelompok kelompok perempuan yang terbagi dalam 20 kelompok  untuk diberdayakan dengan mengembangkan penguatan nilai-nilai kearifan lokal, di mana apparat desa pun masuk dalam pengawasan kami.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE