Berkat Direct Call, Pelabuhan Makassar Sudah Kirim 2.000 Box Per Bulan ke 6 Negara | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Berkat Direct Call, Pelabuhan Makassar Sudah Kirim 2.000 Box Per Bulan ke 6 Negara

General Manager PT Pelindo IV Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM), Yosef Benny Rohy, menyaksikan aktivitas bongkat muat di TPM, Selasa (17/10/2017) - Apri

CELEBESonline.com, Makassar – PT Pelindo IV (Persero) bertekad untuk menjadikan Pelabuhan Makassar sebagai hub ekspor untuk kawasan timur Indonesia. Melalui Pelabuhan Makassar di Terminal Petikemas Makassar (TPM) komoditas dari Sulawesi Selatan dan kawasan Intim bisa langsung diekspor ke luar negeri melalui Makassar.

General Manager PT Pelindo IV Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM), Yosef Benny Rohy, mengatakan bahwa  saat dibuka direct call pada November 2015 lalu,  arus peti kemas di Terminal Petikemas Makassar (TPM) semakin membaik.

“Awal direct call per bulan bisa kirim 40 box (container) per bulan. Sekarang, setelah direct call ke enam negara, sampai September 2017, sudah ekspor 25.182 Twentyfoot Equivalent Units (TEUs) atau 2.000 box per bulan. Ini naik sampai 400 persen,” ucap Yosef kepada jurnalis peserta Media Visit Pelindo IV, Selasa (17/10/2017).

“Artinya, setiap minggu ada 500 box dengan empat kapal/kunjungan yang masuk ke TPM,” katanya.  Jumlah tahun ini juga teruas meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu, di mana arus peti kemas sampai September 2016 sebanyak 10.000 boks/kontainer.”

Enam negara tujuan pengiriman langsung dari Makassar diantaranya China, Korea, dan Hongkong. “Permintaan komoditas dari Sulsel itu dari China, Korsel, Hongkong, dan lainnya,” ucap Yosef.

Yosef menambahkan bahwa direct call ini meningkatkan ekspor komoditas dari Sulsel dan daerah lain dari wilayah Indonesia timur. Seperti komoditas dari Papua, Sorong, Maluku, Palu, akan diekspor melalui Pelabuhan Makassar.

“Kalau sebelumnya, komoditas dari daerah di Indonesia timur akan transit lagi di Surabaya atau bahkan Hongkok. Ini akan membutuhkan biaya tambahan yaitu biaya bongkat muat. Selain itu, komoditas juga menjadi bukan ladi milik asal daerah, tapi dari lokasi transitnya.

“Nah, dengan ekspor langsung dari Makassar akan memberikan nilai tambah untuk komoditas dari Indonesia timur. Makanya, kita ingin Pelabuhan Makassar  menjadi hub ekspor untuk kawasan Indonesia timur. Karenanya, kami harapkan dukungan Pemprov Sulsel, Stakeholder, dan asosiasi,” ucapnya.

Yosef mengatakan bahwa jika Makassar New Port (MNP) nantinya sudah beroperasi, maka pertumbuhan ekspor komoditi makin berkembang. Karena akan masuk pasar-pasar baru yang membutuhkan komoditas andalan dari Indonesia timur.

Sementara itu, melalui media visit ini, manajemen Pelindo IV mengenalkan pola operasi yang adalah pelabuhan. Karena itu, Pelindo IV mengajak sejumlah jurnalis untuk mengunjungi langsung lokasi operasional Pelindo IV yaitu di Terminal Petikemas Makassar, terminal curah, dan juga terminal penumpang yang kini sudah kondisinya tidak kalah dari bandara, baik dari segi kualias maupun fasilitas.

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE