Dugaan Korupsi Bantuan Dana Bergulir UMKM, Kejari Maros Tetapkan Dua Tersangka | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Dugaan Korupsi Bantuan Dana Bergulir UMKM, Kejari Maros Tetapkan Dua Tersangka

-

 

CELEBESonline.com, Maros – Tersangka dugaan kasus korupsi Pengelolaan Dana Bergulir Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PDB-UMKM) akan dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros dalam waktu dekat ini, menjelang akhir tahun 2017

Kepala Kejaksaan (Kajari) Maros, Eko Suwarni, menjelaskan dugaan kasus korupsi penyalahgunaan bantuan dana bergulir UMKM, berdasarkan hasil penyidikan sementara saat ini, diindikasikan telah merugikan negara kurang lebih Rp 8 miliar.

Untuk dugaan korupsi UMKM ini, meski diindikasikan telah merugikan negara kurang lebih Rp 8 miliar, namun berdasarkan hasil hitungan Kejari Maros, untuk sementara ditemukan kerugian negara Rp 4,8 miliar.

“Untuk tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan bantuan dana bergulir UMKM di Maros, saat ini sudah ada dua tersangka, namun itu masih terus kami dalami,” ujar Eko Suwarni saat ditemui usai pelaksanaan jalan sehat memperingati Hari Anti Korupsi di Lapangan Pallnatikang Pemkab Maros, Minggu (10/12/2017).

Meski sudah ada tersangka, namun Eko Suwarni masih enggan menjelaskan lebih jauh terkait UMKM yang dimaksud. “Sabar ya, nanti akan umumkan. Kita masih terus dalami, takutnya tersangka pada lari,” sebutnya.

Selain kasus UMKM, Kejari Maros juga tengah menangani dugaan korupsi penerbitan sertifikat tanah hutan negara di Dusun Arra, Desa Tompobulu, Kecamatan tompobulu, Maros. Untuk kasus ini, kini telah bergulir di pengadilan dan telah masuk ketahap penuntutan.

Sebanyak 110 sertifikat disita Kejari Maros dalam kasus hutan ini. Sertifikat tersebut nantinya akan dikembalikan ke negara.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE