Dokter Deby: Film 'Assalamu Alaikum Calon Imam' Angkat Budaya Bugis Makassar | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Dokter Deby: Film ‘Assalamu Alaikum Calon Imam’ Angkat Budaya Bugis Makassar

Hari kedua syuting film "Assalamu Alaikum Calon Imam" di Makassar -

CELEBESonline.com, Makassar – Film “Assalamu Alaikum Calon Imam (ACI)” yang diadaptasi dari novel karya Ima Madaniah melakukan kick off dengan memilih syuting perdana di Kota Makassar. Salah satu pemain yang ikut terlibat dalam film ini adalah dr Deby Vinski sebagai cameo.

“Saya yakin film ‘Assalamu Alaikum Calon Imam’ ini bisa box office. Kekuatan cerita dengan mengangkat konten lokal Bugis Makassar serta pemain yang artis jaman now akan membuat film ini memperolah label box office,” ujar Deby yang juga saat menjabat sebagai Presiden Badan Akreditasi Anti-Aging Dunia (World Council of Preventive Medicine atau WOCPM) yang berkedudukan di Perancis.

Sementara, Sutradara Assalamu Alaikum Calon Imam, Findo Purnomo, mengatakan, alasan memilih Makassar sebagai lokasi syuting perdana, karena memiliki potensi amat besar, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam.

BACA JUGA :  Hari Kartini, Soni Sumarsono Beri Bonus Driver Go-Jek Perempuan

“Apalagi, saat ini sineas Bugis Makassar sedang menggeliat, seperti Film “Sumiati”, Film “Uang Panai:, Film “Silariang”.  serta film lainnya yang mendapat respon luar biasa,” ujar Findo yang juga sutradara Sinetron “Ganteng Ganteng Serigala”.

Tercatat film ini dibintangi Natasha Rizki, Miller Khan, Andi Arsyil, Leroy Osmani, Rheina Ipeh, Hessel Steven, Defwita Zumara, Rere Reva Mustafa, Keke Suryo, serta Dokter Deby Vinski. Penggarap film ini merupakan kolaborasi sineas Jakarta dan Bugis Makassar, yakni Prized Production serta Vinski Production.

BACA JUGA :  Pemprov Sulbar Siapkan Lahan Untuk Kantor BPJS Ketenagakerjaan

“Beberapa pemain Makassar termasuk Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ikut main sebagai cameo,” ujar dr Wachyudi Muchsin selaku Eksekutif Produser Film “Assalamu Alaikum Calon Imam” yang juga pernah sukses lewat Film “Uang Panai”.

Film ini sendiri adalah bercerita tentang cinta, tapi bukan cinta buta. Ini cinta yang semata karena Allah. Semua keputusan diambil demi ridha Allah. Dimana dalam menceritakan sosok Fisya dan Alif adalah contoh sepasang kekasih yang cintanya tumbuh seiring waktu karena meyakini bahwa Allah akan membukakan jalan bagi mereka yang yakin.

“Selain itu, beberapa scene banyak mengangkat kehidupan aktivitas dunia kedokteran dalam menangani pasien,” ujar dr Yudi. (*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE