Dua Anaknya Viral Setelah Lewati Hutan Untuk Mengaji, Ini Curahan Hati Sang Ayah | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Dua Anaknya Viral Setelah Lewati Hutan Untuk Mengaji, Ini Curahan Hati Sang Ayah

-

CELEBESonline.com, Malili – Kakak beradik, Toqbil Saibad dan Siti Nurhaliza, M menjadi viral di media sosial. Pasalnya, ia ditemukan warga setelah melewati hutan saat hujan hanya untuk pergi mengaji lalu mempostingnya di media sosial.

Lantas, bagaimana reaksi sang ayah? Basir (45), warga Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, malah kecewa. Bukan kecewa pada anaknya, tapi pada oknum yang menyebarkan anaknya Siti Nurhaliza M dan Toqbil Saibad di media sosial. Pasalnya, karena postingan itu, seolah-olah ia menelantarkan anaknya karena membiarkan pergi mengaji jalan kaki.

Menurut Basir, dia masih kuat untuk menghidupi anak-anaknya. Buktinya walau tanpa sentuhan seorang ibu, dia bisa menyekolahkan tiga orang anaknya. “Bagi kami itu biasa, pergi ngaji dan sekolah jalan kaki. Saya malah bangga, karena anak-anak saya tidak cengeng,” ungkap saat diklarifikasi Dinas Sosial Lutim saat mendatangi kediamannya, Selasa (9/1/2018).

BACA JUGA :  Di Hari Kartini, Thita Serahkan Bantuan di Takalar

Diakui Basir, anak-anaknya tumbuh tanpa didikan dari ibu yang melahirkannya. Karena sudah enam tahun isterinya lari dengan pria lain. “Infonya, dia kawin lari dan kini jadi TKI di Malaysia,” tutur Basir.

Basir mengaku sempat terpukul dengan kejadian itu. Karena isterinya kabur setelah menggadai rumah ke BRI tanpa sepengetahuan dirinya. Itu baru diketahui setelah pihak Bank datang menarik rumah yang ditempatinya.

Saat itulah basir beserta tiga anaknya pindah dan tinggal di rumah kebun milik adiknya. Meski begitu, dia bisa menyekolahkan semua anaknya.

“Siti Nurhaliza malah rangking IV di sekolahnya, tandas Basir.

Basir mengakui sudah membeli tanah kapling di puncak Balambano. Karena belum ada uang, ia belum bisa membangun rumah.

Ia juga memiliki sebidang kebun yang baru ditanam sekitar 1.000 batang merica.

“Itu mi kebunku yang ku bangun untuk anakku nanti,” urainya.

BACA JUGA :  Dinas Pendidikan Maros Cari Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Berprestasi

Sukarti, Kepala Dinas Sosial Lutim, menawarkan agar Siti Nurhaliza dan Toqbil pindah sekolah pesantren. Sehingga keduanya tidak perlu lagi jalan kaki. Tawaran ini diamini Basir.

“Bagus mi itu Pak kalau di pesantren. Saya mau ji lepas anakku dua orang ini, yang penting jangan dikasi pisah mereka berdua, karena Liza dan Toqbil ini tidak bisa pisah,” pinta Basir.

“Yang menjadi masalah saat ini, Kepala Desa tempatku ini yang kaku. Saya selalu dipersulit jika ada hal-hal yang ingin kuurus terkait anak-anakku ini,” ungkapnya.

Basir mengaku, berkali-kali ia meminta agar nama istrinya dikeluarkan dari daftar Kartu Keluarga. Tapi Kepala Desanya tidak mengijinkan.

“Jika saya mengurus surat di kantor desa selalu juga saya dipersulit dengan harus melampirkan foto copy isteriku. Di mana saya mau dapatkan KTP-nya. Orang sudah enam tahun lari dari rumah,” ketus Basir.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE