Soal Ganti Rugi Lahan, PT Vale Jeli Tentukan Luas Lahan Warga | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Soal Ganti Rugi Lahan, PT Vale Jeli Tentukan Luas Lahan Warga

-

CELEBESonline.com, Makassar – Tim Tiga Pilar yang terdiri dari Pemkab Luwu Timur, PT Vale dan warga, Kamis (18/1/2018) melakukan penentuan titik koordinat di tiga desa yang terdampak dari pembangunan Dam Larona PT Vale.

‘Penentuan titik koordinat ini untuk memudahkan pengukuran lahan yang tenggelam,” ungkap Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.

Menurut Irwan, Tim Tiga Pilar ini turun ke lokasi juga untuk melihat langsung kondisi lahan warga yang tenggelam selama berpuluh tahun lamanya. Desa yang didatangi Desa To Kalimbo, Desa Loeha dan Desa Bantilang di Kecamatan Towuti. “Tiga desa inilah yang belum dituntaskan pihak perusahaan dalam ganti rugi lahan,” ujarnya.

Untuk menjangkau tiga desa diseberang danau Towuti ini, Tim menggunakan Speed Boat. Peletakan titik Kordinat ini tetap mengacu pada Peta yang di buat PT Vale pada 2008 silam. Peta ini di sepakati warga karena dianggap akurat.

Di dalam Peta tersebut tergambar sekitar 346 Hektar lahan warga yang tenggelam. Selanjutnya PT Vale akan melakukan pengukuran luas lahan. Pengukuran ini nantinya akan menentukan siapa saja warga yang menjadi korban lahan tenggelam tersebut.

Pihak Manajemen PT Vale, Yusril Yusup, usai melakukan penentuan titik koordinat mengatakan, upaya penyelesaian masalah sudah mulai terarah. Hal ini terjadi setelah ada ketegasan dari Pemkab Lutim yang tidak mau ada kepentingan luar yang bermain dibalik rencana ganti rugi lahan ini.

Dia juga mengaku saat ini ada banyak data kepemilikan lahan yang dimasukkan jumlahnya mencapai 1.000 hektar lebih, hal inilah yang harus diklarifikasi setelah melakukan pengukuran. karena hasil peninjauan lapangan, tidak semua lahan yang berada di pinggir danau Towuti di desa Loeha, Tokalimbo dan Bantilang diganti rugi karena banyak juga lahan yang tenggelam bukan lahan garapan warga.

“Nantilah kita akan bicarakan ke dalam teknisnya bagaimana, yang jelas kami pihak perusahaan akan jeli dalam kasus ini, tidak secara serampangan menetapkan luas lahan yang sebenarnya,” kunci Yusril.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE