Pria di Taiwan Ceraikan Istrinya Karena Hanya Mandi Satu Kali Setahun | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Pria di Taiwan Ceraikan Istrinya Karena Hanya Mandi Satu Kali Setahun

Ilustrasi mandi - int

CELEBESonline.com, Taipei – Seorang pria Taiwan mengajukan permohonan untuk bercerai dengan istrinya yang bermarga Lin. Permohohan tersebut baru-baru ini disetujui oleh New Taipei City Distric Court atau Pengadilan Distrik Taipei City.

Alasan perceraian, pria yang tidak disebutkan namanya itu mengaku tersiksa secara psikologis karena masalah kebersihan istrinya itu. Ia menduga Lin hanya mandi satu kali dalam setahun, hanya sesekali mencuci rambutnya atau menggosok giginya.

Penggugat mengatakan bahwa ia mulai mempertahanya kebersihan Lin. Karena, saat mereka berkencan, Lin rajin mandi, namun perilakunya memburuk setelah pernikahan mereka.

Lin mengatakan bahwa kebiasaan mandi Lin dari mingguan jadi bulanan, kemudian tahunan. Saat Lin mulai mandi hanya setahun sekali, si pria mulai tidak tahan lagi.

Pria tersebut mengatakan bahwa karena kebiasaan Lin tersebut, mereka hanya berhubungan seks setahun sekali. Akibatnya, pasangan ini sulit mendapatkan keturunan.

Disebutkan bahwa baik penggugat maupun Lin menganggur. Dikabarkan bahwa Lin membujuk suaminya tidak bekerja, menyakinkan dia tinggal di rumah saja merawat mertuanya (orang tua Lin) yang sudah tua.

“Saya memiliki kesempatan untuk bekerja sebagai penjaga keamanan bangunan,” kata pria tersebut kepada Taipei Times. Ia menambahkan bahwa Lin mengatakan jika pekerjaan “rendahan”, karena itu mendesaknya untuk menolak pekerjaan itu.

Untuk kebutuhan sehari-hari, ibu Lin membayar biaya harian pasangan itu. Tapi, tanpa sumber pendapatan lain, mereka kadang kekurangan.

“Kami tetap miskin, karena kami berdua tidak memiliki pekerjaan,” kata pria itu. Si pria ini juga mengatakan jika mereka tidak dapat membayar iuran Asuransi Kesehatan Nasional, sehingga untuk mengunjungi dokter gigi pun mereka tidak mampu.

Pada akhir tahun 2015, penggugat pindah dari rumah dan mendapat pekerjaan di Hsinchu. Saat Lin muncul di tempat kerja barunya yang baru satu bulan dijalaninya dan memintanya berhenti bekerja. Saat itulah pria tersebut memutuskan untuk mengajukan cerai.

Lin, yang menentang perceraian, mengklaim bahwa pria itu berbohong dan orangtuanya memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Lin mengatakan bahwa dia hanya mengunjungi tempat kerjanya karena dia tidak menerima atau menjawab panggilan teleponnya.

Ibu mertua tersebut mengatakan kepada Taipei Times bahwa dia secara berkala mengirim uang ke pasangan tersebut karena mereka berdua sudah lama pengangguran.

Pengadilan mendukung kasus penggugat tersebut yang menyatakan bahwa pasangan tersebut bersengketa atas pekerjaan, pekerjaan rumah tangga, dan kebersihan.

Hakim telah menyetujui permohonan cerai itu, tapi Lin masih bisa mengajukan banding atas keputusan tersebut.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE