Wilder Penfield, Ahli Bedah Otak yang Jadi Google Doodle Hari Ini | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Wilder Penfield, Ahli Bedah Otak yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Google Doodle yang menampilkan Wilder Penfield -

CELEBESonline.com, Makassar – Hari ini, Jumat (26/1/2018), Google kembali menampilkan tokoh ternama di halaman tamanya sebagai Doodle. Google menampilkan animasi pria tua yang di sampingnya terlihat ilustrasi otak, mata, hidung yang menghadap ke roti terbakar.

Siapakah dia? Apa makna ilustrasi yang ditampilkan Google hari ini?

Dia adalah Wilder Penfield. Ia dijadikan Doodle hari ini untuk memperingati hari ulang tahunnya yang ke ke-127.

Dikutip dari laman Google Doodle, Wilder Penfield adalah seorang ahli bedah saraf yang memiliki prestasi luar biasa hingga membuat dirinya dijuluki sebagai “orang Kanada paling hebat”.

Penfield merupakan seorang ahli bedah dan peneliti otak terkenal yang membawa kemajuan menakjubkan dalam teknik memetakan dan operasi otak untuk mengobati epilepsi.

Penfield meyakini bahwa mempelajari obat adalah cara terbaik untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Ia menjadi ahli bedah saraf pertama di Montreal dan mendirikan Montreal Neurological Institute pada 1934. Ia mengembangkan sebuah perawatan bernama Montreal Procedure (Prosedur Montreal) bersama dengan rekannya, Herbert Jasper, pada 1950.

Montreal Procedure adalah perawatan bagi pasien yang memiliki kondisi kejang otak, dengan cara menghancurkan sel saraf bermasah dengan menariknya menggunakan alat beraliran listrik dengan kondisi pasien masih tersadar.

Eksperimen Penfield pun semakin terkenal, di mana dirinya berhasil memetakan korteks sensorik dan motorik otak. Ia juga mendapati, kalau bagian fisik otak dapat distimulasi untuk membangkitkan kenangan, seperti mengingat bau roti bakar.

Berkat temuannya tersebut, negara Kanada pun dianggap sebagai salah satu negara paling maju di dunia pasca perang dalam bidang ilmu saraf dan perawatan kesehatan, khususnya bagi mereka yang menderita epilepsi.

Berkat karya-karya Penfield, banyak pihak yang lebih memahami berbagai macam fenomena seperti halusinasi, ilusi, dan deja vu.

Eksperimen Penfield semakin terkenal, di mana dirinya berhasil memetakan korteks sensorik dan motorik otak. Ia juga mendapati kalau bagian fisik otak dapat distimulasi untuk membangkitkan kenangan, seperti mengingat bau roti bakar.

Berkat temuannya ini Kanada dianggap sebagai salah satu negara paling maju di dunia usai Perang Dunia II dalam bidang ilmu saraf serta perawatan kesehatan, khususnya bagi mereka yang menderita epilepsi.

Penfield lahir Spokane, Washington, Amerika Serikat, dan meninggal dunia di Montreal, Quebec, Kanada, pada 5 April 1976, tempat di mana ia mendirikan Montreal Neurological Institute.

Meski dianggap sebagai “orang Kanada paling hebat”, Penfield sebenarnya lahir di Spokane, Washington, Amerika Serikat. Ia tumbuh besar di Hudson, Wisconsin, sebelum akhirnya mengenyam pendidikan di Princeton dan mendapatkan beasiswa kuliah di Merton College, Oxford, pada 1915 untuk belajar neuropatologi.

Usai menyelesaikan gelar kedokterannya, ia kemudian menjadi ahli bedah saraf Montreal dan mendirikan Institut Neurologis Montreal pada 1934. Di tahun inilah ia resmi menjadi warga negara Kanada.

Pensiun pada 1960, ahli bedah saraf terampil ini mengabdikan tahun-tahun terakhir hidupnya untuk memberikan dukungan terhadap pendidikan di universitas dan kepentingan publik lainnya.

Namun diakibatkan kanker perut yang dideritanya, Penfield pun menghembuskan nafas terakhirnya pada 5 April 1976 di Rumag Sakit Royal Victoria di Montreal pada usia 85 tahun.

Guna mengenang jasanya di bidang kesehatan dan merayakan ulang tahunnya yang ke-127, Google pun menghadirkan sosok luar biasa ini ke dalam bentuk Google Doodle di hari ini.

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE