Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Muntahkan Debu Vulkanik Tebal | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Muntahkan Debu Vulkanik Tebal

Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, menyemburkan material vulkanik ketika erupsi, Senin (19/2/2018). - (Antara)

CELEBESonline.com, Medan – Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menggeliat. Gunung Sinabung erupsi besar sekitar pukul 08.57 WIB, Senin (19/2/2018).

Status gunung berada di level IV atau awas disertai gempa kecil yang terasa di sekitar Sinabung. Dari catatan pos pemantau, gempa terjadi sekitar 607 detik. Gunung ini memuntahkan debu vulkanik yang cukup tebal.

“Gunung Sinabung meletus pagi ini dengan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 5.000 meter,” tulis Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun twitternya, @Sutopo_PN

Sutopo mengatakan bahwa suara yang bergemuruh menyertai erupsi Gunung Sinabung. Awan panas bergerak ke arah timur laut. “Sejauh 3,5-4,9 km dan ke arah selatan sejauh 4.900 m. Tidak ada korban jiwa,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Pos Pantau Gunung Sinabung, Armen Putra. “Dari pengamatan kami, tinggi kolom abu Sinabung mencapai 5.000 meter. Ini cukup tinggi,” katanya seperti dilansir dari Kompas.com.

Armen menambahkan, dalam waktu sekitar jam setengah, Sinabung enam kali menyemburkan abu vulkanik dengan semburan paling tinggi terjadi sejauh 3.000 meter atau 3 kilometer (km). Erupsi Gunung Sinabung terjadi sejak pukul 07.27 WIB hingga 08.41 WIB. “Gunung Sinabung erupsi sebanyak enam kali pagi tadi. Rentang waktunya sangat berdekatan,” kata Armen.

 

Tak hanya luncuran debu vulkanik, gempa kecil juga terasa di sekitar Sinabung, dari catatan pos pemantau gempa terjadi sekitar 607 detik.

“Jarak luncur sektoral mengarah ke Selatan-Tenggara dengan ketinggian 4900 meter. Sementara arah Tenggara-Timur mencapai 3.500 meter dengan amplitudo 120 milimeter,” katanya.

Akibat erupsi Gunung Sinabung ini, kawasan Tiganderket ditutupi debu pekat. Wilayah ini juga terkena luncuran batu-batu kecil yang terbawa angin saat luncuran debu vulkanik terjadi.

Bagi masyarakat yang hendak ke Tanah Karo, khususnya wilayah yang mendekati Sinabung, diimbau tidak melakukan aktivitas saat ini. Radius lima kilometer merupakan zona merah.

 

 

Luncuran awan panas turun menutupi pancaran sinar matahari ke beberapa desa di kaki Gunung Sinabung sehingga membuat gelap gulita seperti malam hari. Hal itu terjadi di Desa Sigarang-garang, Desa Payung, Selandi Baru dan Laukawar.

Sementara hujan abu dan pecahan material vulkanologi melanda hampir seluruh kawasan sekitar gunung, terutama di Desa Gurki, Payung, dan Sukandebi. Bahkan warga Desa Naman sudah mengungsi ke Desa Ndeskati.

Warga desa mengatakan bahwa akibat tertutup awan panas, suasana menjadi gelap gulita, seperti tengah malam. Apalagi, abu pun semakin tebal. Warga desa di sekitar Gunung Sinabung membutuhkan masker agar tidak menghirup abu viklanik tersebut,

Sekadar informasi, Gunung Sinabung tak berhenti erupsi sejak 2010. Banyak masyarakat yang sudah meninggalkan desanya lantaran gunung tersebut tak memberikan tanda-tanda berhenti erupsi.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE