Polemik Piala Adipura, Warga Maros Keluhkan Sampah | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Polemik Piala Adipura, Warga Maros Keluhkan Sampah

-

CELEBESonline.com, Maros – Prestasi Pemkab Maros dalam meraih piala Adipura dalam lima tahun terakhir, sejak tahun 2013 hingga 2017 secara berturut-turut, menjadi prestasi tersendiri di era kepemimpinan Bupati Maros, Hatta Rahman.

Bahkan tradisi mengarak keliling piala Adipura sebagai supremasi penghargaan tertinggi pada bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan, menjadi rutinitas saat piala Adipura berhasil diraih.

Namun dibalik keberhasilan meraih piala Adipura tersebut, masalah kebersihan justru menjadi sekelumit persoalan yang masih dihadapi warga Maros, khususnya mereka yang bermukim di Kelurahan Pettuadae, belakang Masjid Al-Markaz, Maros.

BACA JUGA :  Humas Angkasa Pura 1 : Wartawan Hanya Habiskan Waktu Kami

Warga sekitar, khusunya yang tinggal di sepanjang bantaran drainase sungai Buttatoa, dan sekitar jalan Pallantikang, menjelaskan sejak lama masalah sampah sudah menjadi persoalan bagi warga setempat.

“Kalau soal sampah, ini sudah terjadi sejak lama pak. Memang tidak ada kontainer sampah yang disediakan pemerintah disini,” sebut Irwan, salah seorang warga yang tinggal di Jalan Pallantikang.

BACA JUGA :  Balik Lebih Awal, Bandara Hasanuddin Mulai Dipadati Pemudik

Irwan berharap, Pemkab Maros dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Maros, menyediakan kontainer sampah bagi warga sekitar agar tidak sembarangan membuang sampah.

“Kita warga disini berharap ada kontainer sampah yang disediakan, paling tidak juga disediakan mobil pengangkut sampah yang rutin mengambil sampah disini,” ujar Irwan.

Keberadaan sampah di Kelurahan Pettuadae, selain menyebabkan bau menyengat yang mengganggu warga sekitar, sampah juga menyebabkan drainase sungai Buttatoa banyak dipenuhi sampah.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE