Vivo Bangun Pusat R&D di Silicon Valley, Bagaimana Indonesia? | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Vivo Bangun Pusat R&D di Silicon Valley, Bagaimana Indonesia?

Salah satu kantor Vivo di Dongguan, China -

CELEBESonline.com, Jakarta – Perusahaan teknologi tentunya tak lengkap tanpa tim Riset dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) sebagai bagiannya. Serangkaian uji konsisten dilakukan para tim ahli untuk memastikan inovasi terus hadir bagi konsumen.

Semangat ini juga ditunjukkan Vivo sebagai salah satu brand smartphone global. Vivo memiliki 7 R&D independen di berbagai negara. Di China terdapat di Beijing, Shenzhen, Hanzou, Nanjing, dan Chang’an di China. Selain itu, juga hadir di Amerika Serikat, tepatnya di San Diego dan Sillicon Valley.

Salah satu inovasi terbaru yang dihadirkan pada tahun 2018 oleh R&D Vivo adalah fitur pemindai sidik jari bawah layar atau In-Display Fingerprint Technology bersama Synaptics, yang menjadikan Vivo sebagai brand pertama yang menggunakan teknologi ini pada smartphone siap produksi.

Dengan banyaknya pusat R&D, tak heran jika Vivo saat ini memiliki 16.000 personil khusus yang bersandar global. R&D Vivo bahkan telah mengantongi sertifikasi International Quality System Authentication of ISO9002, salah satu jaminan tertulis bahwa Vivo mengikuti panduan berstandar internasional ISO 9002 dalam operasinya.

Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia, Vivo telah memiliki pusat produksi sendiri yang berlokasi di Cikupa, Banten. Mengenai potensi dan rencana dibukanya pusat riset dan pengembangan Vivo di Indonesia, Edy Kusuma selaku Brand Manager Vivo Indonesia menyatakan bahwa rencana ini terus dipertimbangkan.

“Karena Indonesia adalah salah satu market yang penting bagi Vivo. Saat ini kita mantapkan dulu basis produksi kita untuk bisa
memenuhi permintaan dalam negeri. Oleh karena itu, Vivo sedang melakukan ekspansi pabrik kedua di Indonesia,” katanya.

Edy menambahkan, konsumen Indonesia juga memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teknologi dan riset pasar Vivo. “Konsumen Indonesia yang sangat beragam juga menjadi inspirasi, inovasi teknologi apa selanjutnya yang harus dihadirkan Vivo untuk pasar Asia Tenggara,” pungkasnya.

Vivo V7, dengan Kamera Depan Beresolusi Tertinggi 24MP Dengan Vivo sebagai salah satu perusahaan smartphone global dengan konsumen terbesar, berbagai inovasi lainnya oleh R&D tentu saja telah banyak dirasakan. Salah satunya kamera depan 24MP beresolusi tertinggi di-dunia pada Vivo V7 dan V7+.

Pusat R&D Hangzhou, San Diego, dan Sillicon Valley yang memegang kendali untuk aspek fotografi smartphone, tentunya punya andil besar untuk hadirnya fitur ini. Apa lagi yang akan dihadirkan pada tahun 2018 ini? Kita tunggu saja kejutan selanjutnya dari Vivo Smartphone.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE