Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unhas Gelar Communication Fair 2018 | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unhas Gelar Communication Fair 2018

-

CELEBESonline.com, Makassar – Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin menggelar Communication Fair 2018. Acara pembukaan digelar pada Senin, 5 Maret 2018, pukul 10.00 Wita di Baruga A. P. Pettarani, Kampus Unhas.

Kegiatan Communication Fair 2018 ini  dilangsungkan selama 2 hari yakni pada 5-6 Maret 2018 dengan berbagai item acara yaitu Diskusi Panel, Talkshow Digital Solution (Talkshow Gerakan 1000 start up digital, Talkshow Fotografi, Screening Film, Anchor Competition, dan malam ramah tamah).

Pembukaan Comfair dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran yang juga sebagai Ketua ISKI, Dadang Rachmat, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin, Abdul Rasyid Jalil, Wakil dekan III FISIP bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Rahmat Muhammad, Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, M. Iqbal Sultan.

Dalam sambutannya Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin menjelaskan jika acara ini merupakan salah satu bentuk kreativitas lain lagi dari mahasiswa dan patut diapresiasi dan menjadi wadah silaturahmi antar universitas. Ia berharap melalui acara ini kita bisa bersama-sama mengawal cita-cita institusi kita bersama.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel dengan menghadirkan Runi Virnita Mamonto sebagai moderator diskusi Politainment: Epos Baru dalam Media.

Mengundang Pakar Ilmu Komunikasi yakni, Dadang Rahmat Hidayat, HM Iqbal Sultan, Prof Judhariksawan, Yovantra Arief. Sementara itu, hadir sebagai penanggap, Muh Iqbal Latief, Endang Sari, Upi Asmaradha, Maya Octharia.

Dalam penjelasannya, Dadang Rahmat Hidayat mengatakan jika sistem dari politik dan pembuatan regulasi politik, semuanya performance by communication. Media bisa melewati batas-batas tertentu yang jangkauannya lebih luas. Dengan perkembangan digital saat ini, komunikasi politik menjadi lebih dinamis.

Pendapat serupa datang dari HM Iqbal Sultan, ia berpendapat bahwa politik sekarang tidaklah kaku, pesan politik tidak perlu dikemas dengan formal, cukup dengan proses interaksi simbolik, dengan kemampuan memainkan media untuk menyampaikan simbol-simbol politik. Dengan menggunakan gaya entertainment atau media kekinian yang dapat memberikan dukungan nantinya.

Yovantra, kemudian menjelaskan jika teknologi itu tidak netral, bentuk komunikasi kita punya ideologi yang berbeda. Seberapa pandai kita mengemas pesan maka hal tersebut yang akan memberikan impact.

Ditinjau dari aspek hukumnya, Prof Judhiriksawan memberikan penerangan jika, hukum akan hadir ketika ada konflik. Perkembangan baru belum diikuti oleh regulasi yang baru, sayangnya regulasi hari ini belum ada untuk politik dalam media yang akhirnya saat ini menjadi kabur. Karena masyarakat kita pun tidak menganggap perkembangan media sebagai persoalan sehingga regulasi tidak dibuat untuk mengatur media saat ini.

Kemudian Upi sebagai penanggap pada diskusi panel berpendapat jika media matters media manners merupakan salah satu isu yang paling kena dengan keadaan hari ini, Paltform boleh berubah tapi jurnalisme tidak akan berubah karena jurnalisme merupakan pilar demokrasi. Ia berharap jika ada gerakan kolaborasi untuk langkah penyadaran di negeri kita.

Namun nada berbeda datang dari Maya selaku pelaku media berpendapat jika politainment itu tidak ada masalah jika diberi batasan. Walaupun packagingnya seperti apapun tetap jurnalis. Media hari ini harus independent.

Senada dengan pendapat narasumber, Endang yang telah melakukan riset di Kota Makassar dengan hasil bahwa dominan masyarakat mengetahui melalui media. Hal ini berarti strategi media online dinilai lebih berhasil. Ia berpendapat jika era parpol tidak berfungsi lagi melainkan tv dianggap sebagai pilihan baru yang lebih memberikan peran signifikan dalam bidang politik.

“Setiap kita adalah politik, politik tidak sempit. Karena politik mencakup kehidupan keseharian kita” tutup Runi Virnita Mamonto selaku moderator.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE