Katsuko Saruhashi, Ahli Geokimia yang Mendorong Perempuan Jadi Ilmuwan | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Katsuko Saruhashi, Ahli Geokimia yang Mendorong Perempuan Jadi Ilmuwan

-

CELEBESonline.com, Makassar – Dalam Google Doodle hari ini, Kamis (22/3/2018), menampilkan visual wanita berkacamata memegang papan dan ilustrasi ombak biru yang membentuk tulisan “Google”. Wanita berkacamata itu adalah Katsuko Saruhashi, ahli geokimia perempuan pertama asal Jepang.

Google menghargai karya Katsuko Haruhashi dengan menjadikannya Doodle dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-97 tahun.

Dia adalah salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia sains, karena ia menjadi tokoh wanita pertama dalam bidang ilmu Bumi, tepatnya bidang Geokimia. Sosoknya juga dikenal sebagai ilmuwan wanita pertama yang ingin mematahkan stereotip kalau peminat sains dan teknologi itu tak melulu pria.

Temuan perempuan kelahiran 22 Maret 1920 ini yang paling memberi kontribusi pada kemanusiaan adalah jasanya mengembangkan teknik melacak perjalanan luruhan radioaktif di laut.

Hasil riset Saruhashi itu menjadi salah satu alasan ilmiah untuk mendesak adanya pelarangan uji coba bom nuklir, terutama di Samudera Pasifik.

Pasalnya, pada 1950-an, Amerika Serikat dan Uni Soviet serta beberapa negara lainnya aktif melakukan percobaan bom nuklir di lautan. Pada 1963, akhirnya AS, Soviet, dan Inggris meneken Limited Test Ban Treaty. Traktat itu melarang uji coba bom nuklir di atmosfer, angkasa dan bawah air.

Dilansir dari Google Doodle, Saruhashi terkenal karena penelitiannya yang inovatif sebagai seorang geokimiawan. Dia adalah orang pertama yang secara akurat mengukur konsentrasi asam karbonat dalam air berdasarkan suhu, Tingkat pH, dan klorinitas. Metode pengukuran itu kemudian disebut dengan istilah Saruhashi’s Table.

Pages: 1 2

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE