Kadisnakertrans Maros, Pelari Marathon Yang Mengoleksi 25 Medali | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Kadisnakertrans Maros, Pelari Marathon Yang Mengoleksi 25 Medali

Muh Ferdiansyah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Maros. - (bachar)

CELEBESonline.com, Maros – Bermula saat mengikuti event lari Bosowa Marathon pada tahun 2014 lalu, saat ini sudah 25 medali event lari maraton baik lokal, nasional hingga international sudah ia dikoleksi.

Adalah Muh Ferdiansyah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Maros. Sejak menggeluti dunia lari sejak tahun 2014 lalu, dengan event pertama Bosowa Marathon, kini sudah mengoleksi 25 medali lari kategori 5 K, 10 K dan 15 K.

Dari jumlah tersebut, 2 medali international berhasil disabet saat mengikuti event lari marathon di Malaysia dan Singapura. Sementara 23 medali lainnya diraih saat mengikuti event lari marathon lokal hingga nasional, yang digelar disejumlah daerah, seperti Bandung, Surabaya, Bali, Makassar dan berbagai daerah lainnya.

Awal ketertarikannya menggeluti dunia lari, Muh Ferdiansyah mengaku berawal saat melihat orang mengikuti event lari marathon. Termotivasi dengan hal tersebut dirinya lantas mencoba menggeluti dunia lari, yang terus dijalani hingga saat ini.

Menurut Ferdiansyah, menggeluti dunia lari bukanlah hal mudah, sebab dibutuhkan semangat dengan mental baja, kerja keras serta latihan yang rutin untuk bisa menjadi pelari handal.

Disela kesibukannya sebagai Kepala Disnaketrans Kabupaten Maros, Ferdiansyah menjelaskan hal tersebut tidak meluluhkan niatnya menjadi pelari marathon.

“Meski sibuk saya tetap meluangkan waktu untuk latihan setiap pulang dari kantor. Satu minggu saya latihan 3 kali keliling kantor Bupati Maros, kalau weekend saya biasa berlari keliling Kota Makassar”, Kata Ferdiansyah.

Ferdiansyah mengemukakan hal tersulit saat mengikuti event lari marathon adalah saat berlari di medan terbuka dengan banyak tanjakan dibawah terik matahari. Menurutnya hal tersebut membutuhkan semangat dan mental yang kuat untuk melewati itu semua.

“Event tersulit yang pernah saya ikuti yaitu di Galesong Trail Run. Disini medannya di alam terbuka dan banyak tanjakan, jauh lebih sulit dibandingkan event lari marathon di mancanegara”, ungkap Ferdiansyah.

Menggeluti dunia lari marathon, Ferdiansyah mengaku akan terus berlari hingga dirinya tidak bisa lagi berlari. “Saya akan menggeluti dunia lari, hingga saya tidak bisa berlari lagi, pungkasnya.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE