Ini Identitas Keluarga Pelaku Bom di Polretabes Surabaya | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Ini Identitas Keluarga Pelaku Bom di Polretabes Surabaya

Bom meledak di polrestabes Surabaya -

CELEBESonline.com, Surabaya – Polisi telah mengetahui identitas pelaku bom di Polrestasbes Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi kemarin. Sama seperti pelaku bom di tiga gereja di Surabaya, pelaku pelaku bom Polrestabes Surabaya juga satu keluarga.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan identitas pelaku ini dipastikan berdasarkan hasil investigasi serta pengumpulan data sekunder dan primer terhadap pelaku.

“Kepala keluarga dari pelaku ini bernama Tri Murtiono. Ia kelahiran Surabaya, tanggal 4 Juni 1968. Mereka beriringan menggunakan sepeda motor masuk (ke kantor polisi) kemudian meledakkan diri,” kata Frans Barung di Mapolda Jawa Timur, Selasa (15/5/2018).

Tri Murtiono disebtukan merupakan anggota dari Jaringan Ansharut Daulah (JAD) Surabaya.

Berikut adalah data pelaku bom yang juga keluarga Tri Murtiono:

1. Tri Murtiono (49), kelahiran Surabaya pada 4 Juni 1968
2. Tri Ernawati (42), kelahiran Surabaya pada 10 Desember 1975
3. Muhammad Dafa Amin Murdana (16), kelahiran Surabaya pada 16 Desember 1999
4. Muhammad Dari Satria Murdana (14), kelahiran Sidoarjo pada 31 Mei 2003
5. AAP (7), kelahiran Surabaya pada 6 Agustus 2010

Dari lima pelaku ini, satu orang yakni AAP yang selamat. Beberapa saat setelah ledakan terjadi, AAP kecil tiba-tiba bangun dari lokasi. Ia berusaha berjalan meski terlihat terhuyung-huyung. Bocah itu mengenakan jilbab putih dan celana jeans.

Anggota kepolisian yang dekat dengan bocah ini yaitu Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton, langsung menggendongnya dan membawanya dari lokasi ledakan.

Frans meyakini AIS ikut didoktrinasi oleh orang tuanya, yang kemudian dilibatkan dalam aksi peledakan di gerbang masuk Polrestabes Surabaya.

“AIS ini yang kemarin diselamatkan dan diangkut AKBP Roni. Kita sepakat bahwa anak ini korban hasil doktrinasi kedua orang tuanya,” papar Frans Barung.

AIS saat ini masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara. Ia kini sebatang kara setelah kedua orang tua dan dua kakaknya tewas dalam aksi bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya.

Sebelum dirilis ke media, Densus 88 yang telah mengetahui identitas pelaku langsung menuju rumah pelaku di kawasan Medokan Tambak, Surabaya. Saat penggeledahan, mereka menemukan kartu keluarga (KK) di rumah Tri.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE