Sekretariat KI Konsultasi ke Pusat Terkait Proses PAW Asradi | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Sekretariat KI Konsultasi ke Pusat Terkait Proses PAW Asradi

-

CELEBESonline.com, Makassar – Kepala Sekretariat Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulsel, Badaruddin, didampingi sejumlah staf yakni Ima Halik, Baya, dan Ayda Maussa melakukan konsultasi ke Komisi Informasi Pusat di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Konsultasi yang dilakukan terkait proses pergantian antar waktu (PAW) salah seorang komisioner, yakni Asradi yang saat ini diterima sebagai salah satu komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulsel.

“Jadi tujuan kami melakukan konsultasi untuk mengetahui bagaimana proses PAW seorang komisioner, sekaligus saya memperkenalkan diri kepada para komisioner KI Pusat dan juga kepada Sekjen KI Pusat beserta staf,” ungkap Badaruddin.

Rombongan dari Sekretariat KI Sulsel tersebut diterima oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana, MSi. Pada kesempatan itu, Gede Narayana menjelaskan proses PAW seorang komisioner, berdasarkan pengalamannya dan sesuai aturan perundang-undangan.

Menurut dia, proses PAW diawali dari pembuatan Surat Pernyataan pengunduran diri dari komisioner bersangkutan.

“Dalam hal ini, Asradi selaku Komisioner KI Provinsi Sulsel yang membuat surat pernyataan pengunduran dirinya yang ditujukan ke Gubernur Sulsel karena SK penetapannya sebagai Komisioner KI kan berasal dari gubernur,” ungkap Gede Narayana.

Selanjutnya, berdasarkan Surat Pernyataan pengunduran diri tersebut, Komisioner KI Provinsi Sulsel akan menggelar pleno pengesahan pengunduran diri tersebut. Hasil pleno tersebut kemudian diusulkan ke gubernur yang akan ditindaklanjuti dengan menerbitkan surat pengesahan penetapan pengunduran diri.

“Jadi sepanjang proses yang saya sebutkan itu belum dilaksanakan, belum ada surat pengesahan dari Bapak Gubernur, maka Pak Asradi masih tercatat sebagai komisioner KI Sulsel,” ungkap Gede Narayana.

Setelah pengunduran diri Asradi selesai, dilanjutkan dengan proses penetapan PAW. Terkait hal itu, Gubernur yang akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan DPRD. Setelah itu, DPRD yang akan mengusulkan nama PAW berdasarkan peringkat hasil fit and proper test yang dilakukan saat penyeleksian calon KI Provinsi Sulsel.

Usulan para wakil rakyat tersebut kemudian disampaikan ke gubernur untuk dibuatkan SK penetapan PAW.

“Jadi seperti itu gambaran besarnya. Dimulai dari pembuatan surst pernyataan pengunduran diri Pak Asradi. Bersama dengan itu, juga dilampirkan foto kopi SK bahwa yang bersangkutan di Bawaslu,” ungkapnya.

Gede Narayana mengimbau agar proses pengisian PAW sedapat mungkin dilakukan dengan soft. Dengan mengacu pada peringkat yang sudah ada.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE