Kedubes Perancis Menjajaki Kerja Sama dengan Politeknik Bosowa | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Kedubes Perancis Menjajaki Kerja Sama dengan Politeknik Bosowa

-

CELEBESonline.com, Makassar – Perancis merupakan kiblat industri Perhotelan. Hal ini dapat tercermin dari penggunaan istilah-istilah di bidang perhotelan yang diambil dari Bahasa Perancis seperti sautè, à la carte, dan carte du jour.

Ketiga kata tersebut masing-masing berarti menumis, memesan menu per item, dan menu hari ini.

Politeknik Bosowa (Polibos) mengelola Prodi Perhotelan yang merupakan satu-satunya mengajarkan Bahasa Perancis. Keterampilan Bahasa Perancis ini akan menjadi salah satu modal utama mahasiswa untuk memahami lebih dalam dunia perhotelan.

Mengingat kedekatan antara budaya dan Bahasa Perancis dengan industri Perhotelan, Polibos menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Perancis.

Hari ini, Kamis (17/5/2018), Ines Schmitt selaku Koordinator Kerja Sama Universitas bersama Ryan Rinaldy yang merupakan Koordinator Nasional Warung Perancis, Institut Francais Indonesia (IFI) mengunjungi Polibos yang berapa dari Jalan Kapasa Raya, KIMA, Makassar.

BACA JUGA :  Salut, Fakultas Hukum Unhas Raih Akreditasi Internasional AUN-QA

IFI merupakan bagian dari Kedutaan Besar Perancis di Indonesia. Wilayah kerja IFI mencakup pelaksanaan kerja sama antara Perancis dan Indonesia di bidang kebudayaan, pendidikan, linguistik, sains dan teknologi, serta pendidikan tinggi.

Terdapat berbagai peluang kerja sama yang dapat dilakukan antara IFI dan Polibos. Salah satunya adalah pembuatan Warung Perancis, atau yang umum disebut dengan French Corner.

Ryan mengungkapkan bahwa IFI telah bekerja sama dengan beberapa universitas negeri di Makassar dengan jenjang pendidikan S1, tetapi kerja sama dengan jenjang studi D3 belum pernah dilakukan sebelumnya. Ryan menambahkan bahwa jika kerja sama ini dilakukan, Polibos akan menjadi kampus swasta pertama yang memperoleh kesempatan membuka Warung Perancis.

“Ke depannya, kerja sama dapat ditingkatkan menjadi program pertukaran mahasiswa atau dosen dan riset gabungan,” tambah Ryan.

Selain Ryan, Ines juga menyampaikan presentasi di hadapan peserta yang terdiri dari dosen dan jajaran manajemen Polibos. Wanita berdarah Perancis-Jerman ini menjelaskan sistem pendidikan di Perancis, lingkungan kampus, kota favorit tujuan belajar mahasiswa asing, dan tempat wisata populer di Perancis.

BACA JUGA :  Mahasiswa FTI UMI Terpilih Sebagai Ketua Kerukunan Pemuda Mahasiswa Banggai Laut Makassar

“Pemerintah Perancis memberikan subsidi pendidikan penuh kepada mahasiswa yang kuliah di sana. Mahasiswa tinggal membayar biaya administrasi sebesar kurang lebih 2 Juta Rupiah per tahun,” kata Ines.

“Mahasiswa juga akan mendapatkan akses gratis ke semua museum serta potongan biaya transportasi, dan entertainment,” jelasnya.

Dewi Andriani, Ketua Prodi Perhotelan Polibos, menyatakan bahwa pihaknya berharap kerja sama ini segera direalisasikan.

“Selain Warung Perancis, kami harap ke depannya, mahasiswa dan dosen Perhotelan dapat mengikuti program-program lainnya seperti native speaker Prancis yang akan diundang sebagai dosen tamu, pelaksanaan event terkait Bahasa Perancis atau pertukaran mahasiswa dan dosen,” katanya.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE