Bermodalkan Rp.60 Ribu, Masjid Raya Makassar Dibangun, Ini Kisahnya | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Bermodalkan Rp.60 Ribu, Masjid Raya Makassar Dibangun, Ini Kisahnya

Masjid Raya Makassar - (zizi)

CELEBESonline.com, Makassar – Masjid Raya Makassar merupakan salah satu masjid tua di Kota Makassar dengan begitu banyak kisah sejarah yang menyertainya.

Seiring waktu, masjid yang terletak di jantung Kota Makassar dan pembangunannya dimulai pada tahun 1947 ini, kini menjadi salah satu masjid favorit umat muslim untuk beribadah, utamanya saat Ramadan tiba.

Ditemui CELEBESonline.com, Rabu petang 23  Mei 2018, Sekretaris Umum Yayasan Masjid Raya Makassar, Muhammad Said mengatakan bahwa Masjid Raya dijuluki sebagai Masjid Perjuangan lantaran dibangun saat masa perjuangan melawan Belanda. “Masjid ini mampu menampung jamaah sebanyak 10 ribu orang. Lima ribu di lantai atas dan lima ribu di lantai bawah,” terangnya. Ini tentu belum termasuk area pelataran (plaza) masjid yang juga bisa menampung hingga puluhan ribu jamaah.

Dari pelbagai sumber yang dirangkum CELEBESonline.com, pembangunan Masjid Raya Makassar berawal pada tahun 1947 ketika seorang ulama asal Kabupaten Bone, KH Ahmad Bone, memprakarsai pembentukan panitia pembangunan Masjid Raya Makassar dengan menunjuk KH Muchtar Lutfi sebagai ketua panitianya. Melalui hasil sayembara, seorang arsitek bernama Muhammad Soebardjo pun terpilih sebagai arsitek perancangnya.

Dengan dana awal sebesar 60 ribu rupiah, pembangunan masjid dimulai dan secara secara resmi rampung pada tahun 1949 dengan menghabiskan biaya pembangunan sebesar 1,2 juta rupiah.

Seiring waktu, Masjid Raya pun telah berulang kali mengalami renovasi. Namun, masih ada rangka bangunan lama yang masih dipertahankan hingga kini yakni sebuah menara di samping kiri masjid yang merupakan waqaf Raja Sumbawa, Bima, Nusa Tenggara Barat.

Menara berkubah hijau ini merupakan rangka bangunan lama Masjid Raya yang hingga kini masih dipertahankan. Menara ini merupakan waqaf Raja Sumbawa, Bima, Nusa Tenggara Barat

Sejarah menyisahkan begitu banyak catatan pada lembaran kisah dari masjid  yang terletak di jalan Masjid Raya, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Nontoala Makassar ini. Salah satunya yakni karena di Masjid Raya-lah untuk pertama kali perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran pertama kali digelar pada tahun 1955 silam.

Di masjid ini pula Presiden Pertama RI, Soekarno pernah melakukan shalat Jumat tahun 1957 silam, termasuk mantan Presiden RI, Soeharto yang melakukan shalat Jumat di Masjid Raya Makassar pada tahun 1967 silam.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE