Maraknya Pengemis Musiman di Bulan Ramadan, Ini Kata Pengamat | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Maraknya Pengemis Musiman di Bulan Ramadan, Ini Kata Pengamat

Pengamat Sosiolog Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Syamsul Bahri - (Pitto)

CELEBESonline.com, Makassar – Bulan Suci Ramadan selalu dijadikan oleh umat muslim sebagai momentum untuk memperbaiki diri dalam segi beribadah dan bersedekah. Hal ini juga selalu  dimanfaatkan oleh para pengemis di seluruh Indonesia khususnya Kota Makassar untuk mendapatkan rezeki. Tidak terkecuali tahun ini, para pengemis kembali melakukan hal serupa.

 

Pengamat Sosiolog Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Syamsul Bahri mengatakan, ada dua faktor penyebab maraknya pengemis di Bulan Ramadan, yaitu karena faktor kultural yang budayanya sudah turun temurun dari keluarga dan orangtua, dan yang kedua setiap dijadikan momentum untuk memperbanyak amal ibadah dan bersedakah. Momentum itu dimanfaatkan para pengemis untuk mendapatkan sedekah dengan mengemis.

BACA JUGA :  Pelaku Pencabulan Bocah Pengungsi Belum Diperiksa Polisi, Ini Alasannya

 

Kemudian terkait keinginan pemerintah untuk memberikan penanganan khusus agar tidak memberi kepada pengemis, harus tegas dan serius. Jika pengemis sudah dirumahkan tidak serta merta dibiarkan begitu saja, harus ada pembinaan langsung bagaimana mereka bisa menghasilkan uang sendiri.

 

“Pengemis diatur dalam peraturan undang-undang bahwa pengemis adalah milik negara. Dalam hal ini Pemerintah Kota Makassar juga harus dengan sigap memberikan penanganan khusus yang utamanya mengadakan pendataan terlebih dahulu, karena kebanyakan pengemis juga berasal dari luar daerah Kota Makassar,” terang Syamsul Bahri saat ditemui CELEBESonline.com di ruang kerjanya, Kamis (24/5/2018).

BACA JUGA :  82 Korban Bencana Alam Sulteng Masih Dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo

 

Penanganan pengemis untuk wilayah Kota Makassar sampai saat ini belum berhasil, karena dilihat dari realita yang ada hampir semua tempat-tempat umum seperti masjid masih terdapat banyak pengemis.

 

Sebelumnya, dalam peraturan daerah, masyarakat dilarang untuk memberi kepada pengemis, karena hal ini dapat membuat mereka semakin malas bekerja untuk menghasilkan uang sendiri.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE