Kecamatan Makassar Disebut Tarik Retribusi Kebersihan Tidak Sesuai Perwali 56/2015 | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Kecamatan Makassar Disebut Tarik Retribusi Kebersihan Tidak Sesuai Perwali 56/2015

-

CELEBESonline.com, Makassar – Sejumlah tempat usaha di Kecamatan Makassar mengaku melakukan penyetoran retribusi pelayanan persampahan/kebersihan hingga jutaan Rupiah. Nilai itu jauh dari retribusi yang ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 56 Tahun 2015.

Dalam Perwali 56 tahun 2015 itu mengatur jumlah retribusi untuk sampah rumah tangga dan sampah komersial. Untuk rumah tangga, nilainya mulai Rp 16 ribu sampai Rp 80 ribu per bulan, tergantung zonanya.

Sementara retribusi sampah untuk komersial mulai Rp 32 ribu sampai Rp 96 ribu per bulan.

Adanya setoran retribusi melebihi nilai yang ditetapkan itu diakui seorang pedagang musiman di bilangan Jalan Sungai Saddang, Kelurahan Maricaya Baru, Makassar.

Pedagang yang tidak mau disebutkan namanya itu mengakui, setiap akan memulai usahanya, dia mendatangi kantor Kecamatan Makassar untuk menyetor retribusi kebersihan.

“Kami ini pedagang musiman, setiap baru mau mulai jual kita lapor di kantor Kecamatan Makassa. Saya temui yang namanya Pak Alamsyah dan menyetor uang retribusi,” katanya.

“Menurut Pak Alamsyah, sudah ada himbauan sebelumnya kalau mau menjual harus melapor, makanya saya datang melapor sekalian antarkan uang,” tambahanya.

Ia mengatakan bahwa saat menyetor uang retribusi itu, tidak ada kuitansi yang diberikan. “Bukan ratusan ribu tapi jutaan Rupiah yang saya setor,” ungkapnya.

Salah satu koordinator/pengawas kebersihan yang melakukan langsung penagihan ditempat usaha yang berada di Kecamatan Makassar, Hariandi Rukman, membenarkan bila dirinya melakukan penagihan langsung di beberapa tempat usaha yang berada di kecamatan Makassar, meskipun itu merupakan tupoksi dari kelurahan yang ada di kecamatan Makassar.

“Memang benar kalau saya menagih langsung di tempat usaha untuk retribusi sampah/kebersihan, namun hanya 11 tempat usaha Resto yang saya tagih. Untuk tempat usaha lain silahkan konfirmasi kepada Sekertaris Kecamatan Makassar, Pak Alamsyah,” ungkap Hariandi Rukman.

Hariandi Rukman juga membenarkan bahwa sebenarnya yang berkewajiban melakukan penagihan retribusi sampah/kebersihan adalah pihak kelurahan.

“Sebenarnya yang menagih pihak kelurahan (kolektor) ada petugasnya, tapi kalau tempat usaha saya dan ada juga yang langsung ke Sekretaris Kecamatan (Alamsyah). Kalau saya sudah menagih saya setor ke bendahara penerimaan terus distor ke BPD,” ucap Hariandi.

“Saya menangih untuk resto dan hotel.
Memang betul kalau retribusi pelayanan persampahan/kebersihan sesuai Perwali tidak ada yang melebihi Rp 100 ribu, tapi soal totalnya yang saya setor, bisa tanya ke bendahara penerimaan (Risma). Kalau ada retribusi lebih, bicarakan ma ki sama Pak Sekcam (Alamsyah), karena dia yang tangani dari masih menjabat Kepala Seksi Kebersihan,” jelasnya.

Disebutkan bahwa nilai yang disetorkan bervariasi, berkisar Rp 2 juta sampai Rp 4 juta setiap bulannya untuk setiap bidang usaha, termasuk restauran dan hotel. Tapi, laporan realisasi yang masuk ke BPD, nilainya hanya berdasar Perwali, tidak sesuai dengan jumlah penagihan dan kupon kebersihan yang dicetak.

Terkait hal itu Risma selaku bendahara lebih memilih bungkam.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE