Stok Berkurang, Harga Nikel Dunia Tembus 15 Ribu Dolar Per Metrik Ton | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Stok Berkurang, Harga Nikel Dunia Tembus 15 Ribu Dolar Per Metrik Ton

Senior Manager Communication PT Vale, Budi Handoko (kanan), dan Senior Coordinator Cimmunications PT Vale, Sihanto B Bela - Apri

CELEBESonline.com, Makassar – Harga nikel di pasar dunia saat ini naik. Disebutkan bahwa harganya tembus 15 ribu Dolar AS per metrik ton.

Hal ini diakui Senior Manager Communication PT Vale, Budi Handoko, di sela-sela buka puasa, Selasa (5/6/2018).

“Ini harga yang tertinggi dalam dua-tiga tahun terakhir ini. Sebelumnya, tahun 20016-2017 harga Nikel di pasar dunia sempat anjlok, dikisaran harga 12.000 Dolas AS,” ucap Budi.

Menurut Budi, kenaikan harga Nikel ini karena saat ini produksi nikel dunia menurun, sehingga membuat permintaan tinggi. “Ya, ini merupakan hukum pasar,” ucapnya.

Budi menjelaskan bahwa produksi atau kebutuhan nikel dunia adalah sebesar 2 juta ton pertahun. Dari jumlah itu, PT Vale berkontribusi menyuplai sekitar 77 ribu ton atau sekitar 3 persen. Jika digabung dengan pabrik Nikel lainnya di Tanah Air, maka Indonesia menyuplai skitar 350-400 metrik ton Nikel per tahun atau berkontribusi untuk kebutuhan dunia sekitar 20-30 persen.

Kondisi ini membuat PT Vale Indonesia (Tbk), yang merupakan satu-satunya penghasil Nikel di Sulsel, percaya diri bisa mencapai target produksi tahun ini. Disebutkan bahwa PT Vale enargetkan memproduksi sampai 77 ribu ton Nikel sampai akhir tahun 2018 nanti.

Budi menambahkan bahwa saat ini, pasar nikel dari PT Vale masih 100 persen ke Jepang. Itu sesuai dengan kontrak yang masih berlangsung beberapa tahun depan.

Untuk menjaga performa tersebut, tahun ini PT Vale telah menyiapkan belanja modal sebesar 95 juta Dolar AS yang dimanfaatkan untuk konversi kilang dan peremajaan alat.

“Sekarang kita memang fokus memaksimalkan pabrik yang ada sekarang dan melakukan peremajaan alat. Sehingga 2-3 tahun ke depan, diharapkan ada peningkatan kapasitas,” tambah Senior Coordinator Cummuncations PT Vale, Sihanto B Bela.

Pada kesempatan tersebut, Sihanto mengatakan bahwa saat ini PT Vale mencatat rekor baru perusahaan dalam hal keselamatan kerja. Sihanto mengatakan bahwa PT Vale telah bebas keselakaan serius selama 21 juta jam kerja.

“Ini terhitung sejak awal April 2017 sampai Juni 2018 untuk sekitar 6.000 pekerja baik karyawan maupun kontraktor. Ini adalah rekor baru untuk perusahaan yang notabene resiko kecelakaan sangat besar. Tapi, kami memang konsen untuk mengutamakan safety dan lingkungan hidup,” ucapnya.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE