Catatan PSBM XVIII (1) - Saudagar Bersinergi untuk Negeri | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Catatan PSBM XVIII (1) – Saudagar Bersinergi untuk Negeri

HM Aksa Mahmud, HM Jusuf Kalla dan HM Alwi Hamu - (Handover)

KOLOM ANDI SURUJI – Kata saudagar (sa-u-da-gar) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti orang yang memperdagangkan sesuatu dalam jumlah besar, atau pedagang besar.

Seingat saya, pertama kali mendengar kata saudagar ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kata itu terdengar saat guru sejarah menerangkan tentang penyebaran ajaran Islam, yang antara lain dibawa oleh saudagar-saudagar muslim.

Dalam konteks itu, kecuali berarti pedagang besar, saudagar juga memberi makna lain yaitu pendakwah, dan penyebar ajaran Islam. Kecuali mengejar urusan dunia mereka juga menebar ajaran ukhrawi. Ajaran akhirat itu juga menata kehidupan dunia yang lebih tertib, teratur, transparan, jujur dan akuntabel.

Saudagar juga adalah petualang. Hanya para pemberani yang mau bertualang, melanglang buana mencari kehidupan, memperkenalkan dan menebarkan ajaran akhirat.

Demikianlah juga para saudagar Bugis-Makassar kini. Karena mengejar kehidupan dunia yang lebih baik, maka mereka merantau. Tidak sedikit perantau Bugis-Makassar yang “menghabisi” aset-aset di kampung halaman untuk dijadikan modal di rantau.

Habisnya aset di kampung menjadi motivasi luar biasa di rantau untuk mencapai level kehidupan yang lebih baik. Itulah mengapa banyak perantau yang kemudian sukses. Ada motivasi luar biasa untuk tidak menyerah pada keadaan, tantangan, yang dijumpai di perantauan.

Menurut informasi, jumlah perantau Sulawesi Selatan berkisar 18 juta jiwa, yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Populasinya lebih besar dari penduduk Sulsel sendiri, yang hanya sekitar 12 juta orang. Bahkan penyebarannya sampai manca negara. Inilah yang disebut diaspora.

Ketika sukses tercapai dalam berbagai skala dan menurut pengertian masing-masing, ada kerinduan untuk pulang menengok kampung halaman. Maka momentum yang banyak digunakan untuk pulang kampung (mudik) adalah pada saat perayaan Idul Fitri.

Fenomena itulah yang kemudian ditangkap oleh tiga tokoh Sulsel, HM Jusuf Kalla, HM Aksa Mahmud dan HM Alwi Hamu untuk meredefinisikan istilah saudagar dan perantau, 18 tahun silam. Maka saudagar tidak lagi didefinisikan secara sempit sekadar pedagang, tetapi mencakup semua perantau, baik pengusaha swasta, pegawai BUMN dan aparat sipil dan negara.

Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar 18 tahun silam, yang awalnya sekadar ajang silaturahmi, berhalal bi halal dalam skala besar, terus berevolusi mencari bentuk. Maka hendaknya setiap tahun PSBM menelurkan gagasan-gagasan baru untuk membangun negeri (kampung halaman).

Kali ini, PSBM yang diketuai Andi Rukman N Karumpa, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Indusri (Kadin) Indonesia, Sekjen Gapensi, mengambil tema Sinergi Saudagar untuk Negeri.

Sudah lama kata sinergi itu terdengar dalam forum PSBM. Tetapi kali ini menemukan momentum tepat dan makna yang pas untuk membangun negeri. Di forum ekonomi global, kata sinergi lamat-lamat meredup, tergantikan oleh istilah “sharing economy”. Ekonomi (juga bisnis) yang berbagi.

Pemerintah di daerah harus menjadi motor dinamisasi sinergi saudagar. Pemerintah di daerah tidak bisa lagi terkotak-kotak dan sendiri-sendiri memikirkan, merencanakan, dan melaksanakan pembangunan di daerahnya. Mereka sudah harus berbagi beban untuk mencapai tujuan bersama. Sharing burden dan sharing benefit.

Satu contoh kecil, dalam pembangunan pariwisata atau kawasan ekonomi, misalnya. Daerah yang terkait dalam satu pengembangan ekonomi, harus sejak awal duduk bersama membahas bagian yang bisa diambil dan dipikul untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian efektivitas anggaran bisa dimaksimalkan, potensi benefit dapat dioptimalkan.

Pada sisi lain, pemerintah di daerah harus menawarkan konsep dan insentif bagi para saudagar yang hendak mengambil bagian dalam suatu pengembangan kawasan ekonomi tersebut. Atau untuk pengembangan suatu produk dan potensi bisnis di negeri para saudagar ini.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE