Kasus Dugaan Korupsi LPDB-KUMKM Dilimpahkan ke Kejari Maros | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Kasus Dugaan Korupsi LPDB-KUMKM Dilimpahkan ke Kejari Maros

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Maros, Agung Riyadi - (Handover)

CELEBESonline.com, Maros – Tahap dua pelimpahan kasus dugaan korupsi penerimaan dan penyaluran bantuan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) digelar, Rabu, 11 Juli 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri Maros, M Noor Ingratubun mengatakan pihaknya melakukan tahap dua pelimpahan kasus dugaan korupsi koperasi dari penyidik ke penuntut umum.

“Perkara koperasi dugaan tipikor bantuan dari lembaga dana bergulir KUMKM kita tahap dua ke jaksa penuntut umum,” katanya.

Dalam kasus ini kata dia, ada dua yang ditetapkan sebagai tersangka. Yakni Ketua Koperasi Megah Dwi Pratama, Syamsir Hamid dan Ketua Koperasi Duta Mandiri, Andi Marwan yang Mandiri yang mendirikan koperasi yang sudah mati untuk bisa mendapatkan bantuan LPDB-KUMKM.

Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Maros, Agung Riyadi mengatakan hari ini pihaknya melakukan tahap dua terhadap kasus dugaan korupsi penerimaan dan penyaluran bantuan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) dimana ada dua tersangka yakni Syamsir Hamid dan Andi Marwan.

Dia mengatakan kaitannya Andi Marwan dalam kasus ini karena sebagai pendiri koperasi. Dimana koperasi yang dulu bernama koperasi Marannu dihidupkan kembali padahal sudah mati.

“Jadi awalnya ini koperasi perunggasan dan merupakan koperasi yang sudah mati. Oleh Marwan ini dihidupkan kembali dan mengganti nama dinotaris untuk mendapatkan bantuan ini,” katanya.

Tak hanya itu, koperasi yang awalnya perunggasan ini diubah ke koperasi simpan pinjam supaya bisa mendapat bantuan.

Setelah mendapat bantuan Rp5 miliar, kata dia, bantuan itu sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Sementara uang yang telah dikembalikan oleh nasabah sekutar Rp1 Miliar juga tidak dibayarkan.

“Kalau berdasarkan perhitungan BPKP total lost nya Rp5 miliar,” katanya.

Dia mengatakan kasus ini mulai dibidik kejaksaan pada 2017 lalu. Namun untuk bantuan LPDB ini bergulir pada tahun 2012 lalu.

Agung juga mengatakan untuk saat ini baru dua tersangka yang diseret ke pengadilan namun nantinya tak menutup kemungkinan ada tersangka lain berdasarkan fakta persidangan.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE