Sekprov Sulsel : Setiap Kepala Daerah Aktif Wajib Mundur Jika Bertarung di Pileg | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Sekprov Sulsel : Setiap Kepala Daerah Aktif Wajib Mundur Jika Bertarung di Pileg

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Tautoto Tanaranggina - (Handover)

CELEBESonline.com, Makassar – Sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala daerah aktif, lantaran maju bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Para kepala daerah yang maju bertarung di Pileg, diwajibkan untuk mundur dari jabatannya sebagai kepala daerah aktif.

 

Perhelatan politik pada Pileg 2019 mendatang menjadi ajang pertarungan bagi sejumlah kepala daerah petahana di Sulsel. Ada sejumlah kepala daerah yang hampir dipastikan mundur dari jabatannya, lantaran maju bertarung di Pileg.

 

Kepada CELEBESonline.com, Selasa (24/7/2018), Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Tautoto Tanaranggina menegaskan, setiap kepala daerah aktif yang ingin maju bertarung di Pileg wajib mundur dari jabatannya. Mekanismenya, kepala daerah yang bersangkutan wajib mengajukan pengunduran diri ke Pemprov Sulsel, selanjutnya di proses ke Kementerian Dalan Negeri (Kemendagri).

 

“Bila Kemendagri menyetujui pemberhentiannya, maka KPU menetapkan sebagai daftar calon tetap. Sementara pengganti kepala daerah yang bersangkutan akan ditetapkan melalui paripurna dewan, atas usulan koalisi partai pemenang Pilkada,” jelasnya.

 

Di Sulsel sendiri, ada sejumlah kepala daerah yang dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, secara resmi baru dua kepala daerah yang mengajukan pengunduran diri ke Pemprov Sulsel, Wakil Bupati Soppeng, Supriansa dan Wakil Bupati Enrekang, HM Amiruddin.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE