Unhas Angkat 30 Dosen dan Tenaga Pendidikan Tetap Non PNS | Page 2 of 2 | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Unhas Angkat 30 Dosen dan Tenaga Pendidikan Tetap Non PNS

-

Selanjutnya, dosen tetap Non PNS ini harus mengikuti proses penjenjangan karir sebagaimana lazimnya dosen tetap PNS. “Mereka harus mengikuti dan harus lulus Diklat Prajabatan yang rencananya akan kita laksanakan pada bulan September nanti. Setelah itu, dalam waktu dua tahun setiap dosen ini sudah dapat mengajukan pangkat akademik, mengikuti sertifikasi dosen, dan sebagainya,” jelas Prof Nasaruddin.

Untuk gaji dan tunjangan serta fasilitas lainnya, dosen tetap Non PNS Unhas tidak ada perbedaan dengan dosen PNS. Mereka juga dapat memperoleh tunjangan jabatan, tunjangan profesi, tunjangan kehormatan, dan berbagai insentif lainnya yang menjadi hak dosen. Tentu saja sesuai dengan kinerja masing-masing.

Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, mengatakan bahwa dirinya sangat berbahagia dengan proses hari ini, karena ini menunjukkan langkah maju bagi Unhas.

“Seperti tadi dikatakan Pak Sekun, inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah Unhas. Rekruitmen ini berlangsung secara profesional dan dijamin akuntabilitasnya. Ini yang saya tekankan. Saya dilaporkan oleh Pak Sekun, prosesnya persis seperti proses perekrutan PNS,” kata Prof Dwia.

“Bahkan, kita lebih ketat lagi, menambah beberapa kriteria, yang tidak hanya melihat bobot nilai, namun juga memasukan kebijakan kita yang mencoba mencegah proses inbreeding di dalam kampus. Sehingga, perekrutan yang diupayakan yang punya wawasan lebih luas, misalnya yang punya wawasan sekolah di luar Unhas, itu mempunyai prioritas lebih tinggi,” tuturnya.

Rekrutmen dosen tetap Unhas Non PNS ini tentu saja memiliki konsekuensi logis dari sisi anggaran. Gaji dan insentif dosen-dosen ini nantinya akan menjadi beban universitas, bukan lagi beban negara.

“Sehingga kita akan semakin mengoptimalkan peran dan fungsi dosen dan tenaga kependidikan kita untuk menunjukkan kinerja terbaik. Apalagi, kedepannya, proses jenjang karir dan peluang juga sama antara yang PNS dan Non-PNS, misalnya untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu, mau jadi dekan atau ketua departemen, atau kalau mau ikut kompetisi hibah penelitian, dan sebagainya. Itu sama saja yang PNS maupun Non-PNS,” papar Prof. Dwia.

Prof Dwia berharap status sebagai dosen tetap Non PNS ini tidak membuat kecil hati, karena sama sekali tidak ada beda dengan PNS, kecuali pensiun. Itupun kita tidak perlu khawatir, karena Unhas mempersiapkan skema untuk tunjangan hari tua.(*)

Pages: 1 2

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE