Soal TKA Cina di Indonesia, Ini Penjelasan Presiden Jokowi | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Soal TKA Cina di Indonesia, Ini Penjelasan Presiden Jokowi

PT IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah - instagram/Jokowi

CELEBESonline.com, Makassar – Belakangan ini berkembang kabar jika makin banyak tenaga kerja asing (TKA) khususnya dari Cina yang datang ke Indonesia. Dikabarkan jika, para TKA ini masuk secara ilegal dan melakukan pekerjaan kasar.

Konsentrasi para TKA Cina ini berada di wilayah tambang. Seperti di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah.

Presiden Joko Widodo tidak menampil keberadaan para TKA Cina ini. Melalui akun Instagramnya, Presiden Jokowi memastikan bahwa mereka adalah para pengawas atau supervisor, bukan tenaga kasar.

Berikut ini pemaparan Presiden Jokowi mengenai TKA Cina di PT IMIP melalui akun Instagram-nya, Rabu (8/8/2018):

“Sebenarnya, berapa banyak sih tenaga kerja asing terutama dari Tiongkok yang bekerja di Indonesia? Apa benar ada serbuan TKA Cina di Morowali, Sulawesi Tengah?

Inilah faktanya: jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ada 3.121 orang. Pekerja lokal 25.447 orang. Jadi, pekerja asing di sana hanya 10,9 persen dari seluruh pekerja. Kawasan Morowali seluas 47.000 hektare ini merupakan area tambang nikel yang di dalamnya terdapat 16 perusahaan dari hilirisasi feronikel, pengelolaan pelabuhan hingga jasa keamanan.

Para TKA ini tak melakukan pekerjaan kasar, tapi pengawas atau supervisor. Ada juga yang melakukan pekerjaan teknis untuk menjalankan peralatan yang memerlukan keterampilan khusus. Selama di Morowali, para TKA ini tak boleh keluar dari lokasi kawasan industri.

Para TKA dan TKI yang bekerja di sana mendapatkan gaji yang sama. Mereka yang lembur akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar sampai 30 persen dari gaji yang diterima. Perlakuan terhadap TKA dan TKI juga sama belaka, sampai ke makanan untuk mereka yang senilai Rp18.000 per porsi.

Begitulah. Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, jumlah TKA di Morowali ditargetkan tinggal lima persen dari total pekerja. Nah, demi proses alih teknologi dan keahlian pengolahan logam bisa cepat, para TKA ini ditandemkan dengan tenaga kerja lokal. Selain itu, di Morowali juga dibangun politeknik, agar tenaga kerja lokal bisa menggantikan TKA.

Jadi, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, kabar tentang jutaan tenaga kerja asing menyerbu Indonesia itu cuma rumor belaka.”

BACA JUGA :  Aktris Raline Shah dan Mendikbud Pimpin Penggalangan Dana Bakti Nusantara

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE