KOLOM ANDI SURUJI: Noblesse Oblige Sang Pemimpin | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

KOLOM ANDI SURUJI: Noblesse Oblige Sang Pemimpin

Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman - Ariani

CELEBESonline.com, Makassar – Tahta untuk Rakyat. Itulah kata-kata legendaris Sri Sultan Hamengkubuwono IX, raja kharismatik Kesultanan Yogyakarta, yang juga Wakil Presiden ke-2.

Setiap tahta adalah kehormatan, setiap kehormatan melekat tanggung jawab. Orang Perancis bilang, “Noblesse Oblige”. Secara umum, maknanya berarti kekayaan, kekuasaan, dan kehormatan mendatangkan tanggung jawab.

Ketika memimpin upacara untuk pertama kalinya di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (10/9/2018), Prof Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel terpilih 2018-2023, menekankan frase Perancis tersebut dalam bahasa lain, yang sangat jelas, tentang tanggung jawab dan integritas dalam memikul amanah rakyat, khususnya para pemilihnya.

“……beban di pundak saya dan Pak Wagub tidak ringan. Nyawa taruhnya juga tidak apa-apa,” kata NA.

Heroik…! Begitulah memang sejatinya sikap seorang pemimpin. Para pendiri (founding fathers) bangsa ini juga begitu. Nyawa pun dikorbankan untuk mencapai satu tujuan, kemerdekaan, melepaskan rakyatnya dari belenggu penjajahan bangsa lain. Meredeka adalah kehormatan.

Kini, para pemimpin bangsa, level nasional maupun daerah, tidak lagi berjuang mengangkat senjata melawan penjajahan bangsa lain. Tetapi mengisi kemerdekaan dengan pembangunan. Itu tanggung jawabnya mendapatkan kehormatan memimpin.

Noblesse Oblige pemimpin juga ialah memimpin rakyatnya membangun taraf hidupnya, kesejahteraannya. Potensi daerah ini luar biasa. Kekayaan alam maupun kekayaan budayanya harus dikelola secara baik untuk sebesar-beaar kemakmuran dan kesejahteraan bangsa, terutama warga bangsa daerah ini.

Pages: 1 2

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE