CATATAN PORDA XVI PINRANG - Atlet, Diburu Jelang Porda | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

CATATAN PORDA XVI PINRANG – Atlet, Diburu Jelang Porda

Atlet meraih medali di Porda XVI Pinrang - Teti

FAISAL, begitu namanya. Ia tergolong anak bandel di kota kecilnya. Suka berkelahi, dan tak pandang lawan, lebih tua atau lebih besar. Terutama dalam membela teman-teman seusianya

Karena itu kakaknya “mengurung tapi menyalurkan” energi lebihnya dengan latihan pencak silat. Keras latihannya. Jika waktu latihan selesai, teman-temannya boleh pulang. Ia sendiri belum dibolehkan, masih harus menambah porsi latihannya.

Begitulah hingga ia makin lincah, kian terampil, makin kuat, dan kian berani. Suatu kali ia berhasil membawa piala pulang dari pertandingan. Faisal juara. Sang pelatih menyuruhnya berpakaian pesilat layaknya siap tanding, dan membawa piala itu berlari keliling kota kecil itu. Tujuannya agar ia ditonton dan memotivasi anak-anak lainnya untuk berprestasi, menjadi juara.

Banyak atlet yang lahir dari gemblengan pelatih amatir di kampung-kampung. Hanya berbasis keinginan kuat untuk berprestasi. Tanpa ilmu keolahragaan yang memadai. Bahkan tanpa dana pembinaan dari siapa pun. Tidak sedikit pelatih sekaligus pencinta cabang olahraga itulah yang membiayai diri dan atlet binaannya untuk ikut kejuaraan.

Meski demikian, tidak sedikit di antara atlet itu yang kemudian bersinar menjadi bintan-bintang nasional. Sedikit saja sentuhan teknik olah fisik dan teknik, serta strategi bertanding, yang disuntikkan selama dalam pemusatan latihan, mereka melesat bagai roket yang lepas dari landasan pacu.

Setelah berprestasi mereka kembali menjalani keseharian, membagi waktu latihan dan mencari makan. Hidup dan roda kehidupan mereka harus berputar. Bahkan tidak sedikit atlet berbakat yang harus menghadapi kenyataan pagit, “mati suri prestasi” karena minimalisnya pembinaan di daerahnya.

Kekurangan atau kelemahan kita antara lain setelah kejuaraan seperti Porda, atlet kembali menjadi tenaga kontrak, tenaga honorer, tukang kebun. Tentu saja dengan penghasilan seadanya. Mereka mencari tambahan penghasilan.

Kenyataan seperti itu, menurut Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, saat membuka Porda XVI Sulsel di Pinrang, hari Ahad lalu, harus menjadi perhatian pemerintah dan eksponen bangsa lainnya. “(Terhadap mereka) berikan perlakuan khusus supaya serius berlarih. Kita akan hadirkan pelatih-pelatih bertaraf internasional,” katanya.

Memang banyak pemerintah di daerah yang kurang peduali terhadap urusan pembinaan atlet dan olahaga umumnya. Atlet berprestasi baik diburu dan disayang menjelang Porda atau kejuaraan saja. Setelahnya, mereka dibiarkan menjalani hidupnya, termasuk tidak peduli akan pemeliharaan performanya, apalagi dalam hal peningkatan prestasi lebih tinggi lagi.

Ingat…..! Atlet adalah manusia. Bukan hewan yang dilepas begitu saja mencari makan dan minum setelah dipakai bekerja. Hewan saja perlu diberi vitamin agar tetap sehat dan kuat.*

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE