Dosen Universitas Pertahanan Beri Kuliah Umum di Unibos, Ini yang Dibahas | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Dosen Universitas Pertahanan Beri Kuliah Umum di Unibos, Ini yang Dibahas

-

CELEBESonline.com, Makassar – Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa (Unibos) Makassar mengadakan kuliah umum dengan tema “NKRI Menuju Peperangan Asimetriks Dalam Persfektif Ekonomi” di gedung rektorat lantai 9 kampus satu Unibos, Kamis (27/9/2018).

Kuliah umum ini menghadirkan pemateri dari Universitas Pertahanan Kementrian Pertahanan, Kolonel (CBA) Dr Yusuf Ali MM. SesProdi Manajemen Universitas Pertahanan ini membawakan materi tentang bagaimana bentuk peperangan dalam persfektif ekonomi.

Kolonel Yusuf mengatakan bahwa saat ini Indonesia banyak mengalami dari segi peperangan nirmiliter yang notabenenya melalui peperangan produk yang kemudian dieksploitasi sebagai peluru dalam melakukan peperangan asimetris.

“Pentingnya mahasiswa atau generasi penerus bangsa untuk paham ancaman peperangan yang tidak hanya terjadi di militer namun juga pada kondisi peperangan ekonomi yang biasa disebut peperangan asimetris,” ujar Yusuf Ali saat ditemui CELEBESonline.com.

“Serangan ekonomi yang terjadi sekarang juga sebagai bentuk peperangan, bisa dilihat juga pada kondisi ekonomi negara-negara berkembang sekarang termaksud Indonesia. Meski tidak terlibat langsung pada perang dagang seperti yang terjadi dengan perang dagang Amerika dan Cina namun dapat berdampak pada kondisi ekonomi di Indonesia,” tambahnya.

Kolonel Yusuf Ali juga memberikan contoh sederhana sebagai bentuk peperangan asimetris. Yaitu mindset masyarakat yang berusaha dibentuk dengan tidak mencintai produk-produk lokal dan kemudian beralih pada produk-produk luar negeri. Karena itu, ia mengajak mahasiswa agar tidak terbawa arus dan lebih mencintai produk dalam negeri.

Ia berharap pada kuliah umum kali ini bisa menimbulkan kesadaran bela negara pada generasi-generasi penerus bangsa sehingga mampu menghadapi perang asimetris.

Kolonel Yusuf menambahkan bahwa semua masyarakat Indonesia bertanggungjawab dalam peperangan asimetris ini. Karena itu, semua Warga Negara Indonesia (WNI) harus sadar terhadap bela Negara.

“Pemerintah telah berbuat untuk bangsa dan Negara. Saatnya mahasiswa, pemuda-pemuda untuk memajukan NKRI ini dengan berbagai kemampuan yang dimiliki. Cintai produk-produk dalam negeri sendiri,” katanya.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE