KOLOM ANDI SURUJI - Cinta Sulsel Buat Sulteng | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

KOLOM ANDI SURUJI – Cinta Sulsel Buat Sulteng

Bosowa peduli bagikan bantuan ke korban gempa Sulteng. - (handover)

TAK sekadar solidaritas. Lebih dekat, lebih luas, dan lebih dalam dari itu. Karena cinta, kasih, dan sayang. Karena ikatan persaudaraan yang kuat.

Itulah rasa dan perasaan spontanitas masyarakat Sulawesi Selatan yang menggetar dan meletup ketika gempa bumi, tsunami lalu likuifaksi meluluhlantakkan warga Palu, Sigi, Donggala, dan daerah Sulawesi Tengah lainnya, yang memang berbatasan. Hancurnya perasaan mereka di Tengah, sakitnya bergetar dan memilukan di Selatan.

Itulah sebabnya, begitu peristiwa maut itu menerjang Sulteng 28 September 2018, seketika warga Sulsel, khususnya Makassar bereaksi. Hampir semua perempatan dan pertigaan jalan, di pusat dan jantung kota sampai di pinggir-pinggir kota, tampak warga mengajak warga lainnya mengulurkan bantuan. Bukan saja tangan (materi), tetapi juga hati (doa dan harapan).

Bukan saja individu, tetapi juga komunitas, lembaga pemerintahan, yayasan sosial, korporasi besar seperti Bosowa Group dan Kalla Group, sampai usaha mikro, kecil dan menengah. Bukan saja yang Bugis, Makassar, juga yang Mandar dan Toraja.

Mereka bagai orkestrasi yang memainkan peran dan fungsi masing-masing, tanpa dikomando dirigen sekalipun.

Ada ikatan kultural, emosional, bahkan ikatan darah yang kental antara warga masyarakat Sulsel dan Sulteng. Jumlah dan porsi demografis penduduk Sulteng, khususnya Palu, yang asal-usul nenek moyangnya dari Sulsel, cukup signifikan.

Mereka adalah perantau dan saudagar-saudagar tangguh. Mereka menacapkan paku kehidupan mereka di Palu dan daerah lainnya.

Di mana bumi di pijak, di sana langit dijunjung, prinsip yang dianut kuat para perantau Bugis Makassar. Mereka beranak-pinak di sana. Tetapi tanpa harus tercerabut dari akar sosio-kultural moyangnya, mali siparappe, rebba sipatokkong, sipatuwo sipatokkong.

Akar kultural, dan prinsip hidup itulah yang menggerakkan secara tulus para donatur dan relawan dari Selatan bergerak dahsyat melebihi tsunami, menuju ke Tengah, jantung Sulawesi yang terluka, terkoyak oleh bencana. Tidak pandang suku, tanpa melihat agama, dan lainnya. Hanya perasaan manusia, dan rasa kemanusiaan yang menggelora.*

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE