Surat Edaran Wagub Sulsel Viral, Ini Tanggapan Kesbangpol Sulsel | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Surat Edaran Wagub Sulsel Viral, Ini Tanggapan Kesbangpol Sulsel

Kaban Kesbangpol Sulsel, Asmanto Baso Lewa - (Ariani)

CELEBESonline.com, Makassar – Dianggap tidak sesuai dengan tata laksana pemerintahan, Surat Edaran dengan nomor 120/6759/Wagub yang ditandatangani Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman tiba-tiba menjadi viral.

 

Setelah dicek, hal tersebut diklaim kesalahan staf yang menyebarkan surat tersebut, padahal masih dalam bentuk konsep.

 

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asmanto Baso Lewa, menjelaskan awal mula munculnya surat berkop Gubernur Sulsel tersebut.

 

Sudirman Sulaiman menerima aspirasi dari masyarakat luas terhadap hal yang berkembang saat ini, mengenai maraknya bencana gempa. Atas dasar itu, Wagub menuangkan dalam bentuk konsep.

 

“Tujuannya, agar masukan dan aspirasi masyarakat bisa ditindaklanjuti pemerintah, agar aspirasi masyarakat itu bisa menjadi perhatian kita. Akhirnya, Pak Wagub buat imbauan, kemudian perintahkan staf untuk membuat surat tersebut,” jelas Asmanto saat ditemui CELEBESonline.com di kantornya, Jumat (12/10/18).

 

Menurutnya, surat yang beredar luas sekarang akibat ada kesalahan yang dilakukan oleh Staf Tata Usaha Wagub. “Mungkin staf baru yang belum mengerti tata laksana pemerintahan. Padahal, surat itu untuk imbauan agar ditindaklanjuti di Kesbangpol. Jadi, surat itu masih konsep,” terangnya.

 

Di luar dari tata cara penulisan surat yang tidak sesuai, menurut Asmanto, esensi dari pesan yang ingin disampaikan oleh Wagub sangat baik. Sumbernya juga dari aspirasi masyarakat. Sehingga, sudah kewajiban pemerintah untuk menindaklanjuti.

 

Ia menyampaikan, apa yang menjadi keinginan Wagub Andi Sudirman Sulaiman telah ditindaklanjuti oleh Badan Kesbangpol, dan selanjutnya akan dikirim ke pemerintah kabupaten/kota serta stakeholder terkait. Atas kelalaian tersebut, Asmanto atas nama Pemprov Sulsel meminta maaf, dan berharap hal tersebut tidak menimbulkan reaksi berlebihan di masyarakat.

 

Dalam surat imbauan itu disampaikan, wagub mengimbau salah satunya bahwa setiap kegiatan pemerintah provinsi/kabupaten kota tetap memperhatikan rundown acara yang berpotensi berbau kesyirikan, asusila, dan tidak sesuai dengan norma budaya agama masyarakat setempat.

 

Senantiasa melakukan koordinasi dengan lembaga agama dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel untuk meminta pandangan dan nasihat setiap kegiatan. Melakukan kegiatan tradisional yang kreatif tanpa berlawanan dengan aturan agama dan budaya, serta tetap memperlihatkan karakter sebagai orang Sulsel yang religius dan berbudaya.

 

Segenap warga masyarakat agar berdoa kepada Allah agar senantiasa mendapat perlindungan dalam setiap cobaan. Surat yang disebut berlaku sejak ditetapkan ini juga tidak dilengkapi dengan tanggal pembuatan surat.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE