30 Kreator Makassar Adu Ide Unik di Ajang Festival Makerfest 2018 | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

30 Kreator Makassar Adu Ide Unik di Ajang Festival Makerfest 2018

Dua kreator Makassar, Ahmad Sulesana Sanrapau (kiri) dan John Chendra (tengah), bersama Antonia Adega memberikan keterangan terkait Makerfest 2018 - Apri

CELEBESonline.com, Makassar – Makerfest, sebuah platform independen yang memiliki misi untuk mencari, mengedukasi, dan menginspirasi kreator Indonesia, hadir di Makassar, tepatnya di Mal Phinisi Point, Sabtu-Minggu (13-14/10/2018). Makassar adalah kota ketujuh penyelenggaraan Festival Makerfest 2018.

Sebanyak 30 kreator lokal dari Makassar dan sekitarnya mendapatkan kesempatan untuk memamerkan dan mempresentasikan beragam ide uniknya kepada masyarakat lewat festival Makerfest City Big Bang.

William Tanuwijaya selaku Chairman Makerfest 2018 menjelaskan festival ini bertujuan untuk mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sebagai kreator lokal agar berkembang dan semakin naik kelas menembus pasar nasional.

“Makerfest hadir sebagai panggung online dan panggung offline bagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif mereka. Kami berharap ajang ini mampu berkontribusi terhadap penciptaan ekosistem bisnis yang lebih kondusif, sehingga semakin banyak usaha kecil yang dapat tumbuh menjadi industri lalu dari industri menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia,” pungkas William.

Hal ini juga diungkapkan Antonia Adega selaku perwakilan dari Tokopedia. “Kita sadar bahwa kreator lokal memiliki produk yang baik, namun hanya mentok di tingkat lokal saja,” kata ga.

“Dengan adanya ajang ini, kita kasih panggung untuk pelaku lokal ini agar baik kelas,” tambahnya.

Kota Makassar dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Makerfest karena peran strategis ekonomi yang dimiliki. Sebagai kota besar di Pulau Sulawesi, bahkan Indonesia timur, dengan infrastruktur memadai, Makassar menjadi pintu gerbang ekonomi Indonesia timur yang berpengaruh besar dalam perkembangan ekonomi Indonesia Timur.

Salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi di Makassar maupun wilayah Indonesia Timur adalah UMKM. Menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan, jumlah UMKM di Sulawesi Selatan kini mencapai 1 juta. Jumlah tersebut juga diikuti dengan kesadaran para kreator lokal untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha.

BACA JUGA :  BREAKING: Daeng Ampuh, Gembong Narkoba Sadis Tewas di Lapas

Sejak tahun 2014 sampai 2018, Tokopedia sebagai perusahaan teknologi dengan marketplace terdepan di Indonesia mencatat adanya peningkatan persentase jumlah merchant (penjual) dari Makassar sebesar lebih dari 118 persen. Peningkatan tersebut juga diikuti dengan jumlah pembeli asal Makassar yang terus meningkat.

Kesadaran kreator lokal menggunakan platform online membawa dampak yang positif, khususnya bagi wilayah Indonesia Timur. Berdasarkan laporan penelitian McKinsey yang berjudul The Digital Archipelago: How Online Commerce is Driving Indonesia’s Economic Development tahun 2018, kedepannya tingkat penetrasi perdagangan online di Indonesia akan merambah area di luar Jakarta atau Jawa. Pada tahun 2022, tingkat penetrasi perdagangan online di luar Jawa diperkirakan bisa mencapai di atas 30 perseb.

Menurut penelitian McKinsey, perdagangan online memberikan lebih banyak pilihan yakni aksesibilitas yang lebih luas dan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen. Konsumen di luar pulau Jawa umumnya menghemat 11-25 persen saat berbelanja online. Melalui platform online, transaksi ekonomi bisa dilakukan dengan mudah tanpa dibatasi jarak maupun wilayah tertentu.

Makerfest ingin menjadi wadah bagi para kreator lokal Makassar dan wilayah Indonesia Timur untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. Kreator lokal Makassar, Ahmad Sulesana Sanrapau, pemilik usaha produk kecantikan “Mabello Indonesia” menyatakan kegembiraannya menyambut Makerfest, “Kegiatan ini dapat membantu memperkenalkan kreator lokal kepada khalayak luas, memungkinkan kami untuk mendapat pasar yang lebih besar,” katanya

BACA JUGA :  Akbar Dg Ampuh Tewas di Lapas, Sang Ibu Menangis Histeris

Sementara itu John Chendra, kreator lokal lainnya yang memiliki usaha “Kopi Ujung” mengaku bahwa Makerfest dapat menjadi ajang bertukar ide baik dengan pengunjung maupun sesama kreator lokal.

“Melalui Makerfest, sesama kreator lokal dapat bertemu dan saling bertukar pengalaman. Tidak hanya itu, kami juga memiliki kesempatan untuk mendengarkan ide, pendapat maupun saran secara langsung dari para pengunjung yang datang,” katanya.

Makerfest berharap semangat berkreasi para kreator lokal Makassar dapat menggerakkan semangat berkreasi seluruh kreator lokal di wilayah Indonesia Timur. Melalui teknologi digital, Makerfest ingin hasil karya kreator lokal Indonesia Timur dapat dengan mudah diakses oleh pembeli di seluruh Indonesia dan masyarakat Indonesia Timur dapat dengan mudah mendapatkan segala kebutuhan sehari-hari.

Selain mengadakan bazaar, workshop dan kompetisi, Makerfest bekerja sama dengan TopCommunity (sebutan komunitas seller Tokopedia) Makassar untuk menyelenggarakan program edukasi bagi Komunitas Quiqui. Komunitas ini beranggotakan para perempuan yang berkumpul untuk memproduksi produk rajutan seperti topi, syal, sweater, serta barang kerajinan tangan lainnya.

Dalam kesempatan ini, Makerfest dan TopCommunity memberikan pelatihan, serta bantuan alat produksi.

Di puncak acara makerfest pada Desember 2018, tiga kreator lokal terbaik dari Makassar dan sekitarnya akan berkompetisi dengan 21 kreator lokal terpilih dari kota-kota lainnya. Mereka akan memperebutkan hadiah utama berupa modal usaha sebesar Rp 1 miliar, juga pendampingan usaha dalam bentuk konsultasi branding dan marketing campaign, kolaborasi eksklusif dengan influencer/pelaku industri kreatif nasional, serta akses ke pameran dan jalur distribusi internasional.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE