Jaringan Handal, Membuka Isolasi Komunikasi Usai Gempa dan Tsunami di Palu | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Jaringan Handal, Membuka Isolasi Komunikasi Usai Gempa dan Tsunami di Palu

Indosat memberikan layanan sosial kepada anak-anak korban gempa di Palu - handover

CELEBESonline.com, Makassar – Tidak ada yang menginginkan tertimpa bencana. Tapi, saat bencana itu datang, tidak ada yang bisa menolaknya.

Jumat (28/9/2018) petang sekitar pukul 18.02 Wita, wilayah Sulawesi berguncang. Hentakan hebat dirasakan di Donggala dan Palu di Sulawesi Tengah. Goyangan keras juga dirasakan di Mamuju, Sulawesi Selatan (Sulsel). BMKG mencatat, gempa berkekuatan 7,4 SR berpusat 10 km di Laut Donggala.

Gempa susulan masih terus dirasakan di Palu dan Donggala yang membuat sebagian besar warga memilih tetap berada di luar ruangan.

Gempa ini mengakibatkan terputusnya pasokan listrik. Jaringan komunikasi di Kabupaten Donggala dan sekitarnya juga memburuk.

Kabut duka menghampiri Kota Palu. Ombak besar (tsunami) menerjang Kota Palu, menggulung apa saja yang ada dihadapannya.

Bencana ini makin membuat Kota Palu lumpuh. Infrastruktur rusak besar, pasokan listrik mati berimbas pada jaringan komunikasi sulit diakses.

Kegundahan dirasakan warga yang memiliki keluarga di Palu dan sekitarnya. Bagaimana tidak, mereka tidak bisa mengubungi sanak family untuk mengetahui bagaimana kondisinya pasca diterjang tsunami.

Berbagai pikiran buruk pun menghantui. Mereka khawatir keluarganya menjadi korban. Mereka berharap, keluarganya selamat dalam musibah tersebut.

Salah satu yang panik saat mengetahui Palu diterjang gempa dan tsunami adalah Binti Ainurohmah. Wanita yang mencari nafkah di Malang, Jawa Timur, ini gundah memikirkan nasib orang tua dan saudaranya.

Ia tidak henti-hentinya menelpon nomor keluarganya itu, walau tidak ada jawab dari seberang. Ai, sapannya, bahkan tidak tidur dan tidak putus asa untuk menghubungi orang tuanya.

“Pukul 03.00 wita, saya baru bisa terhubung dengan ibu. Saya lega bisa mendengar suaranya,” kata Ai.

Dari ibunya, Ai mengetahui bahwa rumahnya ikut rusak karena gempa dan tsunami. Saat kejadian, ibunya langsung lari menyelamatkan diri. Hal ini membuatnya terpisah dengan anak-anak yang lain.

“Ibu mengungsi ke lapangan kantor Walikota Palu bersama warga lainnya. Sementara kakakku mengungsi ke tempat lainnya. Cuma mereka tidak bisa langsung bertemu karena Palu sempat lumpuh  total akibat akses jalan yang rusak parah,” katanya.

“Lega rasanya karena ibu pakai Indosat. Jaringan telekomunikasi di Palu sempat lumpuh, tapi syukurnya Indosat Ooredoo aman walau tidak selancar biasanya,” katanya.

Keluarga wanita yang menekuni olahraga beladiri Wushu ini memang sejak dulu setia menggunakan Indosat Ooredoo. Dengan jaringan yang lancar, Ai mengaku setiap hari selalu mengakses informasi perkembangan evakuasi korban di Palu. Selain melalui televisi, ia juga mencari informasi tentang gempa dan tsunami di Palu melalui media sosial.

“Sekarang, informasi kian cepat, khususnya melalui media sosial. Sekarang memang eranya digital, kita bisa mengetahui informasi melalui ponsel. Setelah 2-3 hari, beberapa video saat gempa dan tsunami berseliweran di media sosial, hati ini sedih melihat bagaimana bencana itu meluluhlantakkan kota kelahiran saya,” kata Ai.

Jaringan komunikasi di Sulteng, khususnya di Palu, Donggala, dan Sigi sempat terganggu. Tim teknisi jaringan Indosat bekerja keras berupaya mengatasi kendala di lapangan sejak beberapa saat setelah bencana terjadi. Ketiadaan pasokan listrik menjadi kendala utama, ditambah dengan medan yang mengalami kerusakan dan sulit untuk mencapai lokasi setiap BTS sebagai dampak dari gempa, sehingga proses pemulihan BTS membutuhkan waktu.

Pendistribusian BBM untuk generator set untuk BTS juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemulihan beroperasinya BTS-BTS.

Sekarang, layanan Indosat Ooredoo di wilayah gempa bumi di Palu dan Donggala dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat dan pelanggan, menyusul semakin pulihnya kondisi jaringan telekomunikasi di kedua wilayah tersebut setelah sebelumnya sempat mengalami kendala daya listrik.

Pekan lalu, lebih dari 90 persen dari total BTS di kedua wilayah tersebut, sudah beroperasi normal dan melayani masyakat dengan baik.

Jaringan Indosat Ooredoo sebelumnya juga sudah pulih lebih awal antara lain untuk area-area publik vital seperti pelabuhan, bandara, rumah sakit, serta kantor pemerintah sejak 1 Oktober 2018.

Selain wilayah Palu dan Donggala, jaringan Indosat Ooredoo juga masih tetap melayani masyarakat dengan baik di beberapa kabupaten sekitar lokasi utama gempa bumi seperti Mamuju Utara dan Sigi.

“Kami bersama tim di lapangan masih terus bekerja keras memulihkan jaringan sepenuhnya, karena kami menyadari komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting untuk berkoordinasi dan berkirim kabar di tengah kondisi darurat serta masa pemulihan bencana. Secara berangsur-angsur berbagai kendala tersebut dapat diatasi dan kami berharap kondisi pemulihan jaringan dapat segera selesai 100 persen dalam waktu dekat,” kata Umar Hadi selaku Group Head Network Operations Indosat Ooredoo, Selasa (9/10/2018) lalu.(*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE