Alumni UINAM Keluhkan Aturan Pegawai Perpustakaan FDK | CELEBES ONLINE
banner pasang iklan
banner pasang iklan

Alumni UINAM Keluhkan Aturan Pegawai Perpustakaan FDK

-

CELEBESonline.com, Makassar – Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar (UINAM), Profesor Rasyid Masri siap menindak oknum pegawai maupun dosen yang berani bermain di luar aturan akademis yang berlaku di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINAM.

Pernyataan ini ditegaskan Rasyid Masri usai mendengar laporan salah seorang alumni berinisial TN yang mengeluh saat hendak mengambil ijazahnya. TN mengeluhkan aturan akademis di FDK yang dinilai memberatkan alumni saat hendak mengambil ijazah. Salah satunya, aturan yang mengharuskan seorang alumni menyetor buku oleh oknum pegawai perpustakaan fakultas dengan ketebalan tertentu.

“Saya tidak terima ini buku. bawami lagi buku yang lebih tebal karena rata – rata alumni menyetor buku yang tebal. Ini bukumu tidak memenuhi standar,” tutur oknum pegawai perpustakaan FDK UINAM yang ditirukan TN.

TN menuturkan, dirinya kaget saat seorang pegawai perpustakaan memintanya untuk menyetor buku dengan ketebalan tertentu. Padahal sepengatahuan TN, buku yang disetor adalah buku yang berkaitan dengan jurusan tanpa ada embel – embel jumlah halaman.

“Bingungka saya karena sebelumnya kita hanya disuruh mengumpul buku dan Al-qur’an. Ini pas mau ambil surat bebas pustaka, tiba-tiba disuruhki lagi beli buku yang lebih tebal. Letak sukarelanya dimana itu?. Padahal sebelumnya, pak Alamsyah (Ketua Jurusan Jurnalistik) sudah bilang, cocokmi itu bukumu. Tapi ini pegawai perpus nah bantah lagi, bilang ini bukuku tidak memenuhi standar. Standar apa itu kah ? Ini bukuku berkaitanji dengan jurusanku, ketebalannya juga 143 halaman,” ungkap TN dengan nada kesal.

Sementara itu, Dekan FDK UINAM Prof Rasyid Masri menegaskan, aturan penyetoran buku bagi alumni sifatnya hanya sukarela dan sudah menjadi budaya akademis. Hanya saja, Rasyid tidak membenarkan adanya kewajiban yang mengharuskan buku yang disetor harus dengan ketebalan tertentu.

“Sudah menjadi budaya memang itu dinda dari tahun – tahun sebelumnya, hanya saja soal ketebalan itu tidak ada aturannya, tidak benar itu. Tapi kalau berkaca dari keluhan ini, mungkin saja ada rencana membuat aturan itu. Tapi kan kembali lagi pada latar belakang mahasiswa yang beda-beda, tidak semua sama menyanggupinya,” tutur Rasyid via telepon, Senin (15/10/2018) malam.

Rasyid menegaskan, pihaknya akan memverifikasi keluhan tersebut. Ia pun siap memberikan sanksi tegas kepada oknum pegawai perpustakaan FDK jika terbukti bermain di luar aturan fakultas yang berlaku serta mempersulit mahasiswa dan alumni.

“Kita akan tindak dinda kalau memang terbukti bermain. Sanksinya ya mulai dari teguran tertulis sampai setegas – tegasnya,” kunci Rasyid.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CELEBES ONLINE